Sidoarjo – Seperti jarum yang akhirnya ditemukan di tumpukan jerami, harapan yang sempat meredup kembali menyala di hari kelima pencarian balita tenggelam di aliran sungai Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin.
Korban balita berusia dua tahun berinisial G, yang diketahui bernama Gibran Septian, ditemukan pada Ahad (12/04/2026) sekitar pukul 10.05 WIB. Tim SAR gabungan menemukan jasad korban sejauh kurang lebih 13 kilometer dari titik awal korban dilaporkan tenggelam, yakni di belakang rumahnya di Desa Kalidawir, Sidoarjo. Proses pencarian melibatkan berbagai unsur seperti BPBD Kabupaten Sidoarjo, Basarnas Surabaya, kepolisian, TNI, relawan, serta masyarakat sekitar yang turut membantu sejak hari pertama kejadian.
“Alhamdulillah, di hari kelima ini korban berhasil ditemukan sejauh kurang lebih 13 kilometer dari titik jatuh. Ini adalah hasil kerja keras bersama. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim SAR, Basarnas Surabaya, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat yang telah berkontribusi,” ujar Sabino Mariano.
Penemuan korban menjadi titik akhir dari operasi pencarian yang dilakukan secara intensif selama lima hari. Jenazah korban kemudian langsung diidentifikasi oleh pihak keluarga dengan pendampingan aparat kepolisian. Hasil identifikasi awal memastikan bahwa jasad tersebut adalah Gibran Septian yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat tenggelam.
Selanjutnya, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Pusdik Bhayangkara Porong untuk menjalani proses visum. Langkah ini dilakukan guna memastikan penyebab kematian secara medis serta menjadi bagian dari prosedur hukum yang berlaku.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait, jenazah dibawa ke rumah sakit untuk visum. Dari hasil itu nanti akan diketahui apakah ada unsur pidana atau tidak. Kami masih menunggu hasil resmi,” kata Kompol Anggono Jaya.
Keberhasilan pencarian ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor yang solid. Berbagai pihak bekerja tanpa henti, siang dan malam, demi menemukan korban. Kepala Desa Kalidawir, Maksun SP, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi seluruh tim yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.
“Atas nama pemerintah desa, keluarga korban, dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Kerja keras siang dan malam dari semua pihak adalah bentuk pengabdian kemanusiaan yang luar biasa,” ujarnya.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam mengawasi anak-anak di sekitar aliran sungai. Kondisi arus yang tidak menentu serta faktor cuaca menjadi risiko yang harus diantisipasi bersama.
Pemerintah daerah mengimbau warga agar lebih memperhatikan keselamatan lingkungan, terutama bagi anak-anak yang rentan terhadap bahaya di sekitar perairan terbuka. Edukasi dan pengawasan menjadi langkah penting guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Meski berakhir duka, keberhasilan menemukan korban memberikan kepastian bagi keluarga serta menjadi bukti nyata kuatnya sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
