Bontang – Di penghujung Ramadan, silaturahmi bukan sekadar tradisi, melainkan ruang menyampaikan harapan dan kepastian. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memanfaatkan momen kebersamaan bersama warga untuk menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah keterbatasan anggaran.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam rangkaian kunjungan daerah pemilihan (Kundapil) yang dilaksanakan oleh Ketua Komite I DPD RI, Andi Sofyan Hasdam, di Kelurahan Bontang Lestari pada [Minggu (15/3/2026)]. Agenda ini dirangkaikan dengan buka puasa bersama warga setempat yang berlangsung penuh kehangatan.
Dalam sambutannya, Neni Moerniaeni menyampaikan rasa syukur atas kesempatan bersilaturahmi di Ramadan ke-25. Ia berharap seluruh amal ibadah masyarakat diterima dan membawa keberkahan bagi kehidupan bersama.
“Alhamdulillah, Allah SWT mempertemukan kita dalam keadaan sehat di Ramadan ke-25 ini. Semoga seluruh amal ibadah kita di bulan suci ini diterima oleh Allah SWT,” ujarnya.
Selain itu, Wali Kota juga menyampaikan kondisi terkini keuangan daerah secara terbuka kepada masyarakat. Ia menjelaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang mengalami penurunan cukup signifikan, dari sebelumnya Rp3 triliun menjadi Rp1,9 triliun.
“Meskipun anggaran menurun, saya pastikan semua program strategis tetap berjalan. Bahkan, tingkat kesejahteraan masyarakat terus kita tingkatkan melalui berbagai skema bantuan,” tegasnya.
Dalam paparannya, Neni menjelaskan sejumlah program prioritas yang tetap dijalankan. Di antaranya pemberian santunan bagi hampir 500 anak disabilitas sebesar Rp300 ribu per bulan, serta bantuan serupa untuk para lanjut usia. Pemerintah juga meningkatkan insentif kader posyandu menjadi Rp1 juta per bulan sebagai bentuk apresiasi terhadap peran mereka di masyarakat.
Di sektor pendidikan, Pemkot Bontang memberikan dukungan berupa perlengkapan sekolah gratis, mulai dari seragam, sepatu, hingga tas bagi siswa SD dan SMP tanpa memandang jenjang kelas. Selain itu, bantuan buku dan seragam juga diberikan kepada peserta didik tingkat taman kanak-kanak, serta peningkatan insentif bagi guru swasta di seluruh kota.
Program-program tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah tetap berupaya menjaga kualitas layanan publik, meskipun menghadapi keterbatasan fiskal. Langkah ini juga mencerminkan fokus pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Kegiatan silaturahmi ini turut diwarnai dengan penyerahan bantuan sembako secara simbolis kepada warga Bontang Lestari. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya di bulan Ramadan.
Kehadiran pemerintah dan wakil rakyat dalam kegiatan ini memperkuat hubungan antara pemangku kebijakan dan masyarakat. Selain menjadi ajang komunikasi, kegiatan ini juga menjadi bukti nyata kepedulian terhadap kondisi sosial warga.
Dengan semangat kebersamaan, Pemerintah Kota Bontang optimistis mampu terus menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas kesejahteraan di tengah dinamika ekonomi daerah.
