Bondowoso – Di tengah derasnya dampak banjir yang sempat memutus nadi mobilitas warga, Jembatan Bendelan kini menjadi simbol kejar waktu. Pemerintah Kabupaten Bondowoso bergerak cepat, seolah berpacu dengan jarum jam untuk mengembalikan akses vital masyarakat Kecamatan Binakal.
Kerusakan jembatan tersebut terjadi akibat terjangan banjir yang melanda wilayah setempat. Menyadari pentingnya peran jembatan sebagai penghubung aktivitas warga, Pemkab Bondowoso langsung melakukan peninjauan lapangan yang dipimpin oleh Bupati dan Wakil Bupati bersama tim teknis. Hasilnya, perbaikan segera dikerjakan tanpa menunggu waktu lama, bahkan lebih cepat dari jadwal awal.
Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso, Ansori, menyampaikan bahwa pengerjaan telah dimulai sejak awal bulan April, lebih awal dari rencana semula yang dijadwalkan pertengahan bulan. Hingga Rabu (8/4/2026), progres pekerjaan telah mencapai sekitar 10 persen.
“Awalnya ditargetkan pertengahan bulan, tapi di awal bulan ini sudah mulai kita kerjakan. Progresnya memang baru sekitar 10 persen, namun ritmenya akan terus kita percepat,” ujarnya.
Pemerintah daerah menargetkan proses perbaikan dapat diselesaikan dalam waktu 14 hari. Target ini tergolong ambisius, namun dinilai penting untuk segera memulihkan aktivitas masyarakat yang selama ini bergantung pada jembatan tersebut, baik untuk keperluan ekonomi, pendidikan, maupun mobilitas harian.
Ansori juga meluruskan informasi yang sempat beredar di masyarakat terkait durasi pengerjaan yang disebut hanya memakan waktu tiga hari. Ia menegaskan bahwa kabar tersebut merupakan kesalahpahaman.
“Yang tiga hari itu bukan waktu pengerjaan fisik, melainkan proses penerbitan SK status kedaruratan. Begitu SK keluar, pekerjaan langsung kita mulai. Jadi ini perlu diluruskan agar tidak menimbulkan salah persepsi,” tegasnya.
Penetapan status kedaruratan sendiri menjadi langkah penting dalam mempercepat proses administrasi dan pelaksanaan proyek, sehingga penanganan infrastruktur dapat dilakukan tanpa hambatan birokrasi yang berlarut.
Perbaikan Jembatan Bendelan kini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah dalam penanganan dampak bencana. Selain untuk memulihkan konektivitas, langkah ini juga diharapkan mampu mengurangi dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat akibat terhambatnya akses transportasi.
Dengan percepatan pengerjaan yang terus dioptimalkan, Pemkab Bondowoso berharap aktivitas warga Kecamatan Binakal dapat kembali normal dalam waktu dekat. Upaya ini sekaligus menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memberikan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam situasi darurat.
