Mojokerto – Isu yang berembus di dunia maya seketika menjelma antrean nyata di lapangan. Ratusan kendaraan tampak mengular di SPBU kawasan Sooko, Mojokerto, seiring kepanikan warga yang bergegas mengisi bahan bakar akibat kabar kenaikan harga BBM.
Antrean panjang terjadi di SPBU Jalan Wringin Rejo, Mergelo, Surodinawan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, pada Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Kendaraan roda dua maupun roda empat memenuhi area pengisian hingga meluber ke badan jalan, menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi tersendat.
Pantauan di lokasi menunjukkan antrean didominasi kendaraan mobil yang menunggu giliran mengisi BBM. Beberapa kendaraan bahkan terpaksa berhenti di bahu jalan karena area SPBU tidak mampu menampung lonjakan pengendara. Kondisi ini membuat kemacetan tak terhindarkan, terutama di jam sibuk sore hari.
“Saya sengaja isi penuh karena dengar kabar dari media sosial kalau harga BBM mau naik,” ujar Suhadi (51), salah satu pengendara yang ikut mengantre.
Lonjakan jumlah pengendara ini disebut mulai terjadi sejak siang hari. Petugas SPBU mengungkapkan bahwa volume pembelian BBM meningkat drastis dibanding hari biasa, bahkan banyak warga membeli dalam jumlah lebih banyak dari biasanya sebagai langkah antisipasi.
“Biasanya tidak seramai ini, tapi sejak siang tadi banyak kendaraan datang dan sebagian membeli BBM lebih banyak dari biasanya,” kata salah satu petugas SPBU.
Namun di tengah situasi tersebut, pemerintah memastikan bahwa informasi kenaikan harga BBM yang beredar tidak benar. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik ataupun melakukan pembelian secara berlebihan.
“Kami tegaskan bahwa informasi kenaikan harga BBM yang beredar di masyarakat tidak benar dan masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan,” ujarnya.
Meski demikian, kepanikan yang terlanjur terjadi membuat waktu tunggu pengisian BBM menjadi lebih lama dan berdampak pada aktivitas warga sekitar. Jenis BBM seperti Pertalite dan Pertamax menjadi yang paling banyak diburu masyarakat.
Pihak SPBU memastikan bahwa stok BBM masih dalam kondisi aman, meskipun terjadi lonjakan permintaan. Situasi ini diharapkan segera kembali normal setelah klarifikasi resmi dari pemerintah tersampaikan secara luas kepada masyarakat.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menyaring informasi sebelum bertindak, terutama di era digital di mana kabar yang belum tentu benar dapat dengan cepat memicu kepanikan massal.
