Surabaya – Seperti aliran sungai yang meluap di musim hujan, ribuan pengunjung membanjiri Kebun Binatang Surabaya pada hari kedua libur Lebaran. Riuh tawa anak-anak dan langkah keluarga yang menyusuri jalur satwa menghadirkan suasana hangat, mengingatkan pada tradisi “ngariung” khas masyarakat Priangan Timur saat momen kebersamaan.
Lonjakan pengunjung terjadi pada Selasa (24/03/2026), di mana sekitar 40 ribu orang tercatat memasuki kawasan Kebun Binatang Surabaya. Mayoritas merupakan keluarga yang memanfaatkan libur nasional dan cuti bersama Nyepi serta Idul Fitri untuk berwisata edukatif. Destinasi ini dipilih karena dinilai ramah anak, terjangkau, dan sarat nilai pembelajaran tentang satwa.
“Selama periode libur nasional dan cuti bersama Nyepi serta Idul Fitri, tercatat sekitar 40 ribu pengunjung datang ke KBS. Mayoritas keluarga yang ingin mengajak anak-anak melihat dan mengenang satwa secara langsung,” ungkap Lintang Ratri Sunarwidhi.
Tingginya animo masyarakat ini menegaskan bahwa Kebun Binatang Surabaya masih menjadi destinasi favorit keluarga. Di dalam area wisata, pengunjung lebih banyak menghabiskan waktu mengamati satwa dibanding mencoba berbagai wahana permainan yang tersedia. Interaksi langsung dengan hewan menjadi daya tarik utama, terutama bagi anak-anak yang ingin belajar secara visual.
“Interaksi langsung dengan hewan menjadi pengalaman yang paling dicari, terutama bagi anak-anak,” imbuhnya.
Tidak hanya wisatawan lokal, kehadiran turis mancanegara juga turut menambah kepadatan kawasan wisata ini. Jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan orang selama periode libur, memberikan nuansa multikultural di tengah keramaian.
“Kehadiran anakan satwa ini menjadi daya tarik tersendiri, apalagi anak-anak yang bisa melihat langsung proses kehidupan satwa,” tuturnya.
Sejumlah satwa baru hasil pengembangbiakan seperti anak kapibara, merak, musang, hingga landak menjadi magnet tersendiri. Kehadiran mereka memberi pengalaman berbeda, sekaligus memperkuat fungsi edukatif kebun binatang sebagai sarana pembelajaran kehidupan satwa.
Salah seorang pengunjung, Rudy Febiyanto, mengaku sengaja memanfaatkan momen Lebaran untuk berwisata bersama keluarga besar.
“Saya memang sudah berniat untuk ke sini (KBS) bersama keluarga. Lebaran ini kan banyak keluarga dari luar kota yang menginap ke rumah, jadi momen liburan ini saya manfaatkan bersama anak dan keponakan saya ke KBS, biar mereka bisa tahu hewan-hewan apa saja secara langsung,” katanya.
Dengan berbagai wahana edukatif yang tersedia, Kebun Binatang Surabaya terus mempertahankan eksistensinya sebagai ruang belajar sekaligus rekreasi. Lonjakan pengunjung ini menjadi penanda bahwa wisata berbasis edukasi tetap relevan, terutama dalam membangun kedekatan keluarga di momen libur panjang.
