Mojokerto – Di balik hamparan ladang yang tumbuh subur, tersimpan semangat kolaborasi yang mengakar kuat. Seperti “benih harapan” yang ditanam bersama, panen raya jagung manis di Desa Sumengko menjadi simbol sinergi antara pesantren dan aparat penegak hukum dalam menjaga ketahanan pangan.
Kegiatan panen raya ini digelar di lahan 5 hektare belakang Rumah Sakit Adhyaksa Jawa Timur, tepatnya di Jl. Jatirejo–Jabung No. 160, Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, pada Kamis (26/3/2025). Program ini merupakan hasil kerja sama antara Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto dan Pondok Pesantren Segoro Agung dalam mengelola lahan produktif untuk budidaya jagung manis. Selain mendukung ketersediaan pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi santri dalam bidang pertanian.
Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto, Fauzi, S.H., M.H., hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Denata Suryaningrat, S.H., M.H. selaku Kepala Seksi Intelijen. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan nyata terhadap program berbasis pemberdayaan masyarakat.
“Selamat pagi semuanya. Hari ini khusus kita melaksanakan panen raya jagung manis dalam rangka mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan. Dalam hal ini kita bersama-sama dengan Kompes Segoro Agung, Pondok Pesantren Segoro Agung. Terima kasih Pak Yai, kita sudah diundang di sini dalam rangka panen raya jagung manis dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional terima kasih dari Pak Yai,” ujar Kajari Mojokerto.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Kejaksaan tidak hanya berperan dalam penegakan hukum, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan sektor pangan sebagai bagian dari kepentingan nasional.
Di tempat yang sama, pengasuh Pondok Pesantren Segoro Agung, KH. Bimo Agus Sunarno, menyampaikan komitmennya dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan.
“Kami Ponpes Segoro Agung setia terhadap NKRI dan mendukung program pemerintah untuk ketahanan pangan. Kami sampaikan terimakasih kepada kejari dan kejaksaan Kabupaten Mojokerto yang sudah mempercayakan lahannya untuk kami kelola,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga memberikan nilai tambah dalam dunia pendidikan pesantren. Para santri dilibatkan secara aktif dalam proses pertanian, mulai dari pengolahan tanah hingga masa panen. Hal ini bertujuan membekali mereka dengan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan di masa depan.
Hasil panen jagung manis perdana ini dinilai cukup memuaskan dengan kualitas yang baik dan siap dipasarkan. Ke depan, kerja sama ini direncanakan akan terus dikembangkan dengan memperluas area tanam serta diversifikasi komoditas pertanian.
Kolaborasi antara pesantren dan Kejaksaan Negeri Mojokerto ini menjadi contoh konkret bagaimana sinergi lintas sektor dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Upaya ini sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah berbagai tantangan global yang terus berkembang.
