Mojokerto – Menjelang waktu berbuka puasa, suasana sore di Dusun Kepuh Sawo berubah menjadi lebih hidup. Di antara hamparan sawah dan langit yang mulai berwarna jingga, sekelompok remaja tampak mengayuh sepeda, menjadikan ngabuburit sebagai momen yang tak hanya menyenangkan, tetapi juga menyehatkan.
Kegiatan ini terlihat di Desa Mojorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, pada Rabu (11/3/2026). Sejumlah remaja memanfaatkan waktu menjelang magrib dengan bersepeda santai menyusuri jalan desa yang relatif sepi kendaraan. Jalur pedesaan yang dikelilingi area persawahan memberikan suasana asri dan nyaman bagi para pengayuh sepeda.
Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas ini tidak hanya diikuti oleh satu dua orang, melainkan beberapa kelompok remaja yang berkumpul bersama teman-temannya. Mereka bersepeda sambil menikmati udara sore yang sejuk serta panorama matahari terbenam yang menambah kesan santai dalam kegiatan ngabuburit tersebut.
Salah satu warga, Rina (18), mengatakan bahwa bersepeda menjadi pilihan utama untuk mengisi waktu sebelum berbuka puasa. Selain memberikan manfaat kesehatan, aktivitas ini juga menjadi sarana berkumpul bersama teman-teman di lingkungan sekitar.
“Biasanya kami bersepeda sekitar satu jam sambil menikmati suasana sore. Setelah itu kami pulang untuk berbuka puasa di rumah,” ujarnya.
Menurut Rina, kegiatan sederhana ini mampu memberikan energi positif selama menjalani ibadah puasa. Dengan berolahraga ringan seperti bersepeda, tubuh tetap aktif tanpa menguras tenaga secara berlebihan.
Tak hanya remaja, beberapa warga lainnya juga terlihat memanfaatkan waktu sore dengan berjalan santai di sekitar jalan desa. Kehadiran mereka semakin menambah semarak suasana ngabuburit di lingkungan tersebut. Kondisi jalan yang minim kendaraan juga membuat aktivitas luar ruang terasa lebih aman dan nyaman, terutama bagi remaja.
Fenomena ini menunjukkan bahwa ngabuburit tidak selalu harus diisi dengan kegiatan konsumtif. Aktivitas seperti bersepeda justru menjadi alternatif yang lebih sehat dan bermanfaat. Selain menjaga kebugaran tubuh, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antarwarga.
Bagi masyarakat Dusun Kepuh Sawo, ngabuburit dengan bersepeda telah menjadi bagian dari tradisi Ramadan yang sederhana namun bermakna. Di tengah kesibukan dan perkembangan zaman, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan bisa ditemukan dari hal-hal kecil yang dilakukan bersama.
Dengan suasana desa yang mendukung dan semangat kebersamaan yang terjaga, aktivitas bersepeda sore ini diharapkan terus menjadi kebiasaan positif, tidak hanya selama Ramadan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari warga.
