Jember – Ramadan menjadi jembatan hati antara pemimpin dan rakyat. Di tengah suasana hangat penuh kebersamaan, Bupati Jember Muhamad Fawait turun langsung menyapa warga dalam agenda “Sapa Gus’e”, membuka ruang dialog sekaligus mengajak masyarakat ikut mengawasi pelayanan publik.
Kegiatan tersebut digelar di Balai Desa Suren, Kecamatan Ledokombo, Selasa (17/3/2026), sebagai bagian dari rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Jember. Dalam kunjungan ini, Gus Fawait bertemu dengan para kader posyandu serta pengurus RT dan RW se-Kecamatan Ledokombo. Agenda ini menjadi titik awal dari rangkaian kunjungan langsung ke masyarakat selama bulan suci Ramadan.
“Ini kita melanjutkan Safari Ramadan Sapa Gus’e. Di Ledokombo tadi kita bertemu RT, RW, dan kader posyandu. Sekali lagi kami sampaikan terkait program-program Pemkab, sekaligus membuka ruang jika ada pelayanan publik yang kurang baik,” ujar Gus Fawait kepada wartawan.
Dalam dialog tersebut, ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawasi jalannya pelayanan publik melalui kanal pengaduan “Wadul Gus’e”. Menurutnya, meningkatnya jumlah laporan dari warga justru menjadi indikator positif dalam membangun pemerintahan yang transparan dan responsif.
“Kalau aduan makin banyak, saya tidak berkecil hati, malah bahagia. Artinya masyarakat membantu kami mengawasi pelayanan publik di Kabupaten Jember,” ungkapnya.
Selain membahas pelayanan publik, Gus Fawait juga mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Ramadan sebagai waktu untuk memperkuat spiritualitas dan kebersamaan. Ia berharap doa masyarakat dapat menjadi kekuatan bagi kemajuan daerah dan bangsa.
“Terakhir tadi saya minta doa untuk Jember dan Indonesia, semoga di bulan Ramadan ini kita semua diberi keselamatan oleh Allah,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti pentingnya efisiensi anggaran di tengah kondisi ekonomi global yang dinamis. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menginstruksikan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan perjalanan dinas secara bersama-sama guna menekan biaya operasional.
“Kita mengikuti arahan presiden untuk efisiensi. Harga minyak dunia sedang fluktuatif, sehingga kita juga harus memikirkan beban subsidi negara. Maka kita berangkat bersama-sama sebagai bentuk efisiensi,” jelasnya.
Tak hanya itu, Gus Fawait turut memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pembagian kewenangan pembangunan infrastruktur jalan, mulai dari tingkat desa hingga pemerintah pusat. Ia membuka opsi bagi pemerintah desa untuk menyerahkan penanganan jalan kepada pemerintah kabupaten apabila tidak mampu melakukan perbaikan secara mandiri.
“Kalau desa sudah tidak mampu memperbaiki jalan, lebih baik diserahkan ke kabupaten agar bisa segera kita tangani. Kalau bukan kewenangan, prosedurnya akan lebih panjang,” tegasnya.
Sebagai upaya memperkuat komunikasi dua arah, Pemkab Jember juga menghadirkan inovasi digital melalui siaran langsung di media sosial seperti TikTok dan Instagram. Melalui platform ini, masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan bupati maupun kepala OPD tanpa harus menunggu forum formal.
“Kita ingin masyarakat bisa langsung menyampaikan ke bupati, tidak hanya lewat Wadul Gus’e, tapi juga lewat live TikTok maupun Instagram bersama para kepala OPD,” pungkasnya.
Melalui pendekatan ini, Pemerintah Kabupaten Jember berharap dapat membangun hubungan yang lebih dekat, terbuka, dan partisipatif dengan masyarakat, sehingga pelayanan publik semakin optimal dan tepat sasaran.
