Bondowoso – Ramadan di TK Al Kautsar pada Kamis (12/3/2026) terasa seperti pagi yang dibungkus senyum. Di tangan-tangan kecil para murid, kotak makanan bukan hanya paket santapan, melainkan juga tanda perhatian yang datang tepat di tengah hari-hari belajar mereka. Keceriaan itu tampak jelas ketika anak-anak menerima menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur SPPG Sukosari Lor, dalam suasana yang hangat, sederhana, dan penuh rasa syukur.
Sebanyak 165 penerima manfaat di lingkungan TK Al Kautsar menerima paket MBG tersebut. Jumlah itu mencakup para siswa beserta guru. Anak-anak yang mengenakan seragam biru terlihat antusias menyambut pembagian makanan. Ada yang menggenggam kotak bekal erat-erat dengan wajah berbinar, ada pula yang mengangkatnya dengan bangga sambil berpose bersama teman-teman mereka. Di tengah ritme pembelajaran selama bulan puasa, pembagian menu ini menjadi momen yang meninggalkan kesan menyenangkan sekaligus bermakna.
Bagi para murid usia dini itu, kehadiran program MBG bukan semata soal menerima makanan untuk dibawa pulang. Peristiwa tersebut juga menghadirkan suasana gembira di sekolah, memperkuat pengalaman belajar yang lebih hangat selama Ramadan. Di usia ketika rasa senang sering hadir dari hal-hal sederhana, sekotak makanan bergizi dapat berubah menjadi kebahagiaan yang mudah terbaca dari mata dan tawa mereka.
“Kami berharap keceriaan anak-anak ini sejalan dengan terpenuhinya kebutuhan gizi mereka melalui menu yang disiapkan dapur SPPG Sukosari Lor. Ini menjadi tekad dan semangat kami untuk terus menyajikan menu terbaik, sekaligus mendukung cita-cita pemerintah dalam menjaga generasi bangsa agar tumbuh dan berkembang dengan baik,” ujar Kepala SPPG Sukosari Lor, M. Ferdo Syaifullah, S.E.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa program MBG tidak berhenti pada aspek distribusi makanan. Ada tujuan yang lebih besar, yakni memastikan anak-anak tetap memperoleh asupan yang baik untuk mendukung pertumbuhan mereka. Dalam konteks Ramadan, perhatian itu menjadi semakin penting karena pola makan anak berubah, sementara kebutuhan gizi tetap harus dijaga agar proses belajar dan perkembangan fisik mereka tidak terganggu.
Ferdo juga menyampaikan bahwa selama Ramadan, dapur SPPG Sukosari Lor tetap menjalankan distribusi MBG kepada lebih dari 1.500 penerima manfaat. Sasaran program itu meliputi peserta didik dari jenjang PAUD, RA, TK, SD, SMP, hingga SMA. Jangkauan tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan MBG tidak hanya menyentuh satu lembaga pendidikan, melainkan menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk menjaga kualitas gizi anak sekolah di wilayah layanan mereka.
Khusus pada bulan suci ini, makanan yang dibagikan disesuaikan dalam bentuk menu kering. Skema tersebut memungkinkan para siswa membawa pulang paket makanan dan mengonsumsinya saat berbuka puasa. Penyesuaian itu memperlihatkan bahwa pelaksana program berusaha menyesuaikan distribusi dengan kebutuhan masyarakat selama Ramadan, tanpa mengurangi tujuan utama pemenuhan gizi.
Di sisi lain, suasana pembagian di TK Al Kautsar juga menjadi gambaran bahwa program sosial dapat hadir dengan wajah yang dekat dan membahagiakan. Tidak ada kemeriahan berlebihan, namun senyum anak-anak sudah cukup menjadi penanda bahwa bantuan yang tepat sasaran mampu menghadirkan dampak emosional sekaligus manfaat nyata. Para guru pun ikut menjadi bagian dari penerima manfaat, sehingga suasana kebersamaan di sekolah terasa semakin kuat.
Pada akhirnya, program MBG dari SPPG Sukosari Lor di TK Al Kautsar menghadirkan lebih dari sekadar paket makanan. Ia membawa pesan kepedulian, menjaga kebutuhan gizi peserta didik, dan menanamkan harapan agar generasi muda tumbuh sehat di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah. Dari wajah-wajah ceria anak-anak itu, tersirat pesan sederhana: perhatian yang tulus selalu menemukan jalannya untuk menghadirkan kebahagiaan.
