Jember – Derap langkah para pesilat menggema di arena, seolah menjadi napas kebangkitan olahraga daerah. Sebanyak 860 atlet dari berbagai penjuru Indonesia memadati Gelanggang Olahraga PKPSO Kaliwates dalam ajang Jember Championship 3 yang digelar selama dua hari, Sabtu hingga Ahad (14–15/2/2026). Kejuaraan ini memperebutkan Piala Kemenbud RI dan Piala Bupati Jember.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jember ini mempertandingkan kategori tanding, jurus, dan solo kreatif. Peserta berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari pra usia dini, usia dini, pra remaja, remaja, hingga dewasa atau mahasiswa dan umum. Tercatat tujuh provinsi ambil bagian, yakni Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Jawa Timur dengan Kabupaten Jember sebagai tuan rumah.
Selain kontingen daerah, sejumlah perguruan tinggi dan lembaga pendidikan turut meramaikan ajang ini. Salah satunya Universitas Trisakti Jakarta. Pondok pesantren dan sekolah juga ambil bagian, termasuk Pondok Pesantren Nurul Jadid yang mengirimkan 35 atlet terbaiknya.
Ketua Umum IPSI Jember, Haji Amad Halim, menyampaikan bahwa Jember Championship telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan dan terus menunjukkan peningkatan jumlah peserta.
“Pertandingan ini dihadiri oleh tujuh provinsi. Jember menjadi tuan rumah. Ada juga perwakilan dari beberapa universitas serta pondok pesantren. Tahun ini peserta mencapai 860 atlet dan memang kami batasi agar pertandingan tidak berlangsung terlalu lama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk pertama kalinya piagam penghargaan dalam kejuaraan ini ditandatangani langsung oleh Bupati Jember. Menurutnya, sertifikat tersebut diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi para atlet dalam menunjang pendidikan.
“Kami mohon sertifikat jangan sampai hilang. Bagi yang juara di tingkat SD, SMP maupun SMA, kami harap bisa mendapatkan rekomendasi sekolah tujuan. Kami juga mengusulkan agar atlet berprestasi mendapat beasiswa dari Pemkab Jember, termasuk peluang kerja di BUMD atau rumah sakit daerah bagi peraih emas Porprov 2027 di Surabaya,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang membuka secara resmi kejuaraan tersebut menilai ajang ini sebagai momentum kebangkitan Jember sebagai tuan rumah event berskala besar.
“Hari ini dilaksanakan event olahraga pencak silat yang dihadiri peserta dari beberapa provinsi dengan jumlah 860 atlet. Ini tanda kebangkitan Jember sebagai pusat berbagai iven. Insya Allah ke depan bisa naik ke level nasional,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Jember untuk mendukung atlet berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
“Bagi yang juara di level SD bisa memilih SMP yang dituju, yang SMP ke SMA akan kami bantu. Untuk lulusan SMA/SMK/MA yang ingin kuliah, akan menjadi pertimbangan dan diprioritaskan mendapat beasiswa dari Pemkab Jember,” jelasnya.
Tak hanya berdampak pada pembinaan olahraga, kegiatan ini dinilai mampu menggerakkan roda ekonomi lokal. Kehadiran ratusan atlet, ofisial, dan keluarga peserta mendorong peningkatan aktivitas UMKM, pedagang kaki lima, hingga sektor perhotelan.
“Semakin banyak orang datang ke Jember, maka UMKM, PKL, perhotelan dan sektor lainnya ikut bergerak. Ini solusi agar anak-anak kita punya ruang berekspresi, tidak lagi balapan liar di jalan. Tahun 2026 Insya Allah kita akan bangun sirkuit di JSG sebagai wadah mereka,” pungkasnya.
Dengan semangat sportivitas dan dukungan penuh pemerintah daerah, Jember Championship 3 diharapkan menjadi fondasi pembinaan atlet pencak silat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan citra positif Kabupaten Jember di tingkat nasional.
