Tasikmalaya – Hujan deras disertai angin kencang mengguncang Kecamatan Cisayong pada Minggu (28/12/2025) sekitar pukul 15.00 WIB, menyebabkan robohnya ruang kelas 7B SMPN 1 Cisayong. Bangunan tua yang sudah menunjukkan keretakan akhirnya tidak mampu menahan terjangan cuaca ekstrem.
Kepala SMPN 1 Cisayong, Hj. Dida Nurhayati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kerusakan ini telah lama dikhawatirkan pihak sekolah. Bangunan berdiri sejak 1964 dan belum pernah mendapatkan renovasi menyeluruh, meski berbagai pengajuan bantuan telah dilakukan sejak 2022.
“Bangunan ini sudah kami usulkan sejak lama. Bahkan saat bantuan diinformasikan datang pada Oktober 2025, ruang yang paling rusak justru tidak termasuk dalam program perbaikan,” jelas Hj. Dida Nurhayati.

Ia menambahkan, seluruh ruang kelas VII kini berada dalam kondisi rawan. Pergeseran tanah yang terjadi di sekitar area sekolah memperparah kondisi struktur bangunan, membuatnya tak lagi stabil dan aman untuk digunakan.
“Jika terjadi hujan deras atau gempa, potensi keruntuhannya besar. Ini darurat,” tegasnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, Dadan Kusuma Wardana, menjelaskan bahwa kerusakan juga ditemukan pada ruang kelas G, I, dan sebagian kelas di lantai dua. Meski selama ini dilakukan pemeliharaan ringan, tidak pernah ada perbaikan struktural yang signifikan.
“Secara struktur bangunan, tidak pernah ada rehabilitasi besar. Hanya pengecatan dan perbaikan kecil. Itulah yang membuat kondisi ini akhirnya terjadi,” ujar Dadan.
Setelah kejadian, pihak sekolah langsung melaporkan insiden kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, yang kemudian diteruskan ke Kementerian Pendidikan. Area yang terdampak langsung ditutup sementara menggunakan terpal untuk mencegah risiko lebih lanjut.

Kepala Bidang SMP Disdik Kabupaten Tasikmalaya, Cucu Ano Lesmana, mengonfirmasi bahwa laporan telah disampaikan dan penanganan sementara telah dilakukan.
“Yang rusak ini sudah langsung kami laporkan ke tim kementerian. Mudah-mudahan ada respons cepat dari sumber pendanaan mana pun,” ujar Cucu.
Hingga saat ini, belum ada kepastian terkait bantuan perbaikan. Namun sekolah memastikan langkah antisipasi terus dilakukan, termasuk penyesuaian pola belajar agar keselamatan siswa tetap terjaga.
