Mojokerto – Komitmen Pemerintah Desa Penompo Jetis dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan diwujudkan melalui rencana pembangunan Koperasi Merah Putih (KMP) di wilayah Dusun Ploso Kuning. Koperasi ini akan berdiri di atas Tanah Kas Desa (TKD) dengan total lahan seluas 900 meter persegi, sebagai bagian dari program nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.
Kepala Desa Penompo Jetis, Sutoyo, menyatakan bahwa program ini merupakan amanah yang harus dijalankan oleh pemerintah desa. Menurutnya, keberadaan koperasi menjadi sangat penting sebagai motor penggerak perekonomian warga di tingkat desa.
“Program Koperasi Merah Putih ini adalah kebijakan dari pemerintah yang harus kita laksanakan bersama. Harapannya, koperasi ini bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat Desa Penompo Jetis,” ujar Sutoyo saat dikonfirmasi, Senin (22/12/2025).
Ia menambahkan bahwa koperasi ini ditujukan sebagai tempat distribusi kebutuhan pokok dan layanan ekonomi lainnya yang menjangkau masyarakat desa secara langsung, sehingga perputaran ekonomi lokal bisa tumbuh lebih merata.
Mendampingi rencana tersebut, Serda Muhammad Ali Safa’at menjelaskan bahwa pembangunan koperasi telah melalui tahap perencanaan yang detail. Bangunan gerai koperasi akan berdiri di atas lahan 20 x 30 meter, sementara area parkir dirancang seluas 10 x 30 meter. Total lahan yang digunakan mencapai ukuran 30 x 30 meter atau sekitar 900 meter persegi.
“Total lahan yang disiapkan berukuran 30 meter x 30 meter. Semoga kehadiran Koperasi Merah Putih ini nantinya benar-benar bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun pelayanan kebutuhan sehari-hari,” terang Serda Ali Safa’at.
Rencana pembangunan koperasi ini disambut dengan antusias oleh warga Dusun Ploso Kuning. Mereka berharap Koperasi Merah Putih segera berdiri dan dapat beroperasi sebagai pusat ekonomi desa yang tidak hanya melayani kebutuhan warga, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
Meskipun belum ditentukan tanggal pastinya, pembangunan KMP direncanakan dimulai dalam waktu dekat. Pemerintah desa bersama unsur terkait sedang mempersiapkan tahapan administrasi dan teknis agar proses pembangunan berjalan lancar dan tepat sasaran.
Warga optimistis, kehadiran koperasi ini akan menjadi titik tolak transformasi ekonomi desa menuju kemandirian dan kesejahteraan yang berkelanjutan.
