Jember – Di tengah suasana hangat dan lantunan sholawat yang menggema di udara malam Sukowono, Bupati Jember, Gus Fawait, menutup rangkaian kegiatan Guse Menyapa dengan pesan yang menyentuh hati. Dalam acara bertajuk Shalawat Kampung, ia menegaskan bahwa pendidikan dan sholawat adalah dua kekuatan besar yang menjadi pondasi utama dalam membangun keluarga yang kuat dan generasi yang berakhlak mulia.
“Emak-emak, saya masih ingat dengan doanya panjenengan semua. Doa ibu itu manjur, tapi sebelum berdoa, ojo lali moco sholawat,” ujar Gus Fawait disambut tepuk tangan ratusan jamaah majelis sholawat yang hadir, Senin (10/11/2025).
Menurutnya, doa yang disertai sholawat mampu menembus penghalang antara manusia dan Allah. “Kadang kita tidak sadar bahwa doa itu belum dikabulkan karena ada penghalang. Tapi kalau sebelum berdoa kita bersholawat, doa itu pasti sampai, dan insyaAllah dikabulkan,” tuturnya penuh keyakinan.
Dalam kesempatan itu, Gus Fawait juga mengingatkan betapa besarnya peran ibu sebagai benteng pertama dalam membentuk karakter anak dan menjaga nilai-nilai keluarga. “Emak-emak adalah penentu masa depan anak-anak kita. Kalau ibunya rajin berdoa dan bersholawat, insyaAllah anaknya akan tumbuh menjadi sholeh dan sholehah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pendidikan memiliki posisi yang sama pentingnya dengan doa dalam membangun generasi berkualitas. “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. Maka tidak ada jalan yang lebih utama selain menuntut ilmu,” kata Gus Fawait dengan nada penuh semangat.
Gus Fawait juga menyampaikan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Jember dalam memajukan pendidikan melalui program beasiswa kuliah gratis bagi 20 ribu pelajar Jember. Program tersebut disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Jember. “Kalau dulu jumlahnya hanya ratusan, sekarang kami menyiapkan beasiswa untuk ribuan anak Jember. Tahun ini saja kuotanya 8.000, dan yang mendaftar mencapai 17.000. Ini bukti bahwa semangat belajar anak-anak Jember luar biasa,” jelasnya.
Selain pendidikan formal, Gus Fawait juga mendorong masyarakat untuk memperkuat pendidikan spiritual di rumah. Menurutnya, keluarga yang kokoh adalah kunci keberhasilan bangsa. “Kita harus menyeimbangkan antara ilmu dunia dan ilmu akhirat. Pendidikan bukan hanya untuk mencari pekerjaan, tetapi juga jalan menuju kemuliaan,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Gus Fawait mengajak masyarakat Sukowono untuk terus menanamkan nilai keikhlasan, doa, dan gotong royong dalam mendidik generasi muda. “Mari kita terus jaga semangat kebersamaan dan berdoa agar anak-anak kita menjadi generasi berilmu dan berakhlak. Karena dari keluarga yang kuat, lahirlah bangsa yang hebat,” pungkasnya. (ADV).
