Bondowoso — Partai Golkar Bondowoso kembali menggelar ajang Duta Golkar 2025 sebagai wadah pengembangan potensi generasi muda sekaligus upaya memperkenalkan politik sebagai sarana perubahan yang positif.
Ketua DPD Partai Golkar Bondowoso, Ady Kriesna, menjelaskan bahwa ajang ini diadakan dua tahun sekali sebagai media seleksi dan pengembangan diri bagi anak muda Bondowoso. “Kami ingin memberi ruang bagi generasi muda untuk mengasah minat, bakat, dan potensinya. Pasca grand final, 20 finalis resmi menjadi Duta Golkar selama dua tahun,” ujarnya.
Menurut Ady, para finalis berhak meminta dukungan dari Partai Golkar dalam bentuk pelatihan dan pengembangan diri, seperti public speaking, grooming, atau kegiatan lain yang relevan dengan minat mereka. “Bukan uang saku, tapi fasilitas pengembangan potensi. Jika mereka ingin berkarier di dunia modeling, pendidikan, atau bidang lain, Golkar akan memfasilitasi sepenuh tenaga,” katanya.
Ady menambahkan, dua pemenang utama — masing-masing kategori laki-laki dan perempuan — juga berhak memperoleh beasiswa pendidikan selama masa tugas mereka. “Beasiswa diberikan setiap bulan dalam bentuk uang. Bisa digunakan untuk kebutuhan sekolah atau kuliah di mana pun mereka menempuh pendidikan,” jelasnya.
Lebih jauh, Ady menekankan pentingnya menumbuhkan kesadaran politik di kalangan muda. “Anak muda sering apatis terhadap politik, padahal 20 tahun ke depan, merekalah yang menentukan wajah Bondowoso. Politik itu baik, politik adalah cara untuk menyejahterakan rakyat. Yang tidak baik itu perilakunya, oknumnya,” tegasnya.
Dalam ajang tahun ini, Dimas Aji Darmawan, asal Tenggarang, terpilih sebagai Duta Golkar kategori putra. Lulusan SMKN 3 Bondowoso ini berencana melanjutkan studi ke Fakultas Hukum Universitas Jember. “Saya ingin aktif di media sosial dan kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan kegiatan sosial lain yang menyentuh masyarakat,” ujar Dimas.
Sementara itu, Dila Febriani Ginting, mahasiswi semester lima Politeknik Negeri Jember asal Kelurahan Kotakulon, terpilih sebagai Duta Golkar kategori putri. Dila mengaku tertarik mendalami politik setelah melihat peran positif alumni Duta Golkar sebelumnya. “Kami sebagai generasi muda ingin memberi ide dan gagasan baru agar politik lebih stabil, kreatif, dan inovatif. Saya percaya anak muda tidak boleh apatis terhadap politik,” tuturnya.
Melalui ajang Duta Golkar, Partai Golkar Bondowoso berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memahami bahwa politik dapat menjadi jalan menuju perubahan sosial yang konstruktif.
