Bondowoso – Ribuan santri dan alumni pesantren memadati Alun-Alun Bondowoso dalam aksi damai bertajuk Bela Ulama, Kamis (16/10). Mereka datang dari berbagai wilayah Jawa Timur hingga Madura, menyerukan satu tuntutan tegas: Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) segera mencabut izin siar Trans7.
Aksi tersebut dipicu oleh tayangan program Expose Uncensored yang ditayangkan Trans7 dan dianggap melecehkan ulama serta merendahkan martabat pesantren. Dalam suasana khidmat, para peserta membawa spanduk bertuliskan “Cabut Izin Siar Sekarang!” dan “Bela Marwah Pesantren, Jaga Martabat Kiai”.
“Trans7 telah melukai hati jutaan santri dan umat. Ini bukan sekadar salah tayang, tapi bentuk penghinaan terhadap institusi keagamaan,” tegas M. Abdul Kholik, koordinator aksi sekaligus alumni Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo.
Menurut Kholik, isi tayangan tersebut dinilai jauh dari prinsip jurnalisme yang beretika dan profesional. “Itu bukan karya jurnalistik. Bahkan sumber videonya diduga diambil sembarangan dari internet tanpa izin. Jelas melanggar etika, hukum, dan akal sehat,” ujarnya disambut pekik takbir para peserta aksi.
Aksi ini diikuti ribuan alumni dari lebih dari 30 pesantren besar, di antaranya Lirboyo, Sidogiri, Tebuireng, Tambak Beras, Denanyar, Al Anwar Sarang, Zainul Hasan Genggong, Nurul Jadid, dan Sumber Bunga. Mereka datang secara mandiri, menunjukkan solidaritas antarsantri yang kuat terhadap marwah pesantren.
Aksi dimulai dengan doa bersama untuk para ulama dan syuhada, dilanjutkan orasi bergantian dari perwakilan pesantren. Dalam orasi, para santri menuntut KPI tidak hanya memberikan teguran, tetapi juga bertindak tegas dengan mencabut izin siar Trans7.
“KPI jangan hanya jadi penonton. Kalau masih diam, umat akan menganggap lembaga ini mandul,” seru seorang orator dari Alumni Sidogiri, yang langsung disambut gema takbir dan tepuk tangan ribuan peserta.
Selain mendesak tindakan tegas, massa juga menilai bahwa Trans7 telah mencoreng wajah media nasional yang seharusnya menjadi ruang edukatif dan berimbang. “Media punya tanggung jawab moral, bukan sekadar mengejar sensasi. Jika terus begini, publik akan kehilangan kepercayaan,” ujar seorang peserta aksi lainnya.
Menjelang akhir kegiatan, forum aksi membacakan pernyataan sikap bersama yang berisi tiga poin utama:
- Mendesak KPI segera mencabut izin siar Trans7.
- Meminta media nasional lebih berhati-hati dalam menayangkan konten yang berkaitan dengan agama dan ulama.
- Mengajak umat Islam menjaga kehormatan pesantren dan para kiai dari upaya pembusukan moral melalui media.
Situasi aksi berlangsung tertib dan kondusif di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian dan Satpol PP di sekitar Monumen Gerbong Maut. Sekitar tengah hari, massa membubarkan diri dengan tertib sambil meneriakkan seruan terakhir,
“Bela kiai, cabut izin Trans7!”
