Sidoarjo – Aliran air yang selama ini terhambat di Desa Mlirip Rowo, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, akhirnya mendapat perhatian serius. Selasa (30/9/2025), proyek rehabilitasi jaringan irigasi sungai di kawasan Delta Brantas resmi dimulai. Program ini merupakan bagian dari agenda strategis nasional untuk memperkuat infrastruktur pengairan di Jawa Timur.
Proyek dengan nilai kontrak Rp35.256.380.000,00 tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Pemerintah menargetkan masa pengerjaan selama 152 hari kalender sehingga fasilitas irigasi bisa kembali berfungsi optimal menjelang musim tanam berikutnya.
Pelaksana kegiatan, Asil, menjelaskan bahwa fokus utama rehabilitasi kali ini adalah normalisasi dan pembersihan saluran dari sedimentasi serta tumpukan sampah yang selama ini menghambat arus air. “Tujuannya agar aliran air menjadi lebih lancar, terutama untuk mendukung kebutuhan irigasi pertanian masyarakat sekitar,” katanya di lokasi pekerjaan.
Lebih jauh, ia menambahkan bahwa perbaikan struktur saluran dan penguatan tanggul juga menjadi bagian penting dari proyek ini. Upaya tersebut ditujukan untuk mengurangi risiko banjir, terutama saat curah hujan tinggi melanda wilayah Sidoarjo. “Kami tidak hanya membersihkan, tapi juga memperkuat titik rawan longsor agar lebih aman,” jelas Asil.
Masyarakat Mlirip Rowo menyambut positif dimulainya proyek ini. Selama beberapa tahun terakhir, petani kerap mengeluhkan sulitnya mendapatkan aliran air yang stabil akibat pendangkalan sungai. Dengan adanya rehabilitasi, mereka berharap hasil panen bisa meningkat. “Kalau air lancar, sawah kami bisa lebih produktif. Mudah-mudahan proyek ini selesai tepat waktu,” ujar Sutrisno, salah seorang petani setempat.
Selain manfaat bagi pertanian, proyek ini juga diyakini akan memperbaiki kualitas lingkungan. Saluran air yang bersih dapat mengurangi bau tidak sedap, menekan perkembangbiakan nyamuk, serta menjaga keseimbangan ekosistem perairan. Hal ini sejalan dengan program pemerintah untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di sektor sumber daya air.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan akan melakukan pengawasan rutin terhadap jalannya pekerjaan. Pengawasan itu bertujuan memastikan pelaksanaan sesuai spesifikasi teknis dan tidak melewati jadwal yang telah ditetapkan. “Kami akan menurunkan tim untuk memantau progres di lapangan. Proyek ini harus benar-benar membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap seorang pejabat dari Dinas Pekerjaan Umum setempat.
Rehabilitasi jaringan irigasi Mlirip Rowo menjadi salah satu proyek prioritas karena fungsinya vital bagi ribuan hektare lahan pertanian di Kecamatan Tarik dan sekitarnya. Keberhasilan proyek ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain yang menghadapi persoalan serupa.
Dengan langkah nyata ini, masyarakat optimistis bahwa keberlanjutan pertanian di Sidoarjo dapat lebih terjamin. Air yang mengalir lancar bukan hanya menghidupi sawah, tetapi juga menjadi simbol harapan baru bagi petani yang menggantungkan hidup dari hasil bumi.
