Surabaya – Irama gamelan berpadu dengan semangat anak-anak menorehkan cerita baru di panggung budaya. Lomba Tari Tradisional dan Tari Kreasi Nusantara yang digelar di Hollywood, Mall Maspion Square Surabaya, Ahad (28/9/2025), berlangsung meriah sejak siang hingga petang. Lebih dari 30 peserta dari sanggar, sekolah, dan komunitas tari se-Surabaya Raya ambil bagian, menampilkan keragaman tarian khas Nusantara.
Dari Tari Khas Banyuwangi, Tari Surabaya, hingga ragam tarian tradisional Jawa Timur lainnya, seluruh peserta memukau penonton dengan kekayaan gerak dan makna. Salah satu penampilan paling menyita perhatian datang dari kelompok Gema Cilik Nusantara. Diwakili tiga siswi berbakat, yakni Alifah Milan Azzahra, Shenna Dewi Auliya Alhayu, dan Kayla Asya Putri Purnomo, mereka tampil memukau dengan Tari Remo Gagrak Anyar, tarian khas Kota Pahlawan.
Berkat kekompakan gerak, ekspresi penuh penghayatan, dan energi yang mengalir di atas panggung, Gema Cilik Nusantara berhasil meraih Juara 2 kategori beregu usia 10–12 tahun. Capaian ini semakin istimewa karena Tari Remo Gagrak Anyar menjadi satu-satunya tarian khas Surabaya yang ditampilkan pada kompetisi kali ini.
“Alhamdulillah, senang sekali bisa meraih Juara 2 bersama teman-teman. Dukungan dan doa dari kedua orang tua kami merupakan motivasi tambahan untuk menampilkan tari seni budaya. Semoga kami bisa terus melestarikan tarian tradisional Surabaya, khususnya Tari Remo, agar semakin dikenal luas di kalangan anak-anak maupun generasi muda,” ungkap Alifah Milan Azzahra seusai penampilan.
Prestasi ini melanjutkan rekam jejak gemilang mereka setelah sebelumnya berhasil menyabet gelar Grand Winner dalam Lomba Tari Remo Gagrak Beregu Anak Jawa Timur pada 26 Oktober 2024 di Balai Pemuda Surabaya. Keberhasilan beruntun tersebut menunjukkan konsistensi mereka dalam mengangkat seni tari tradisional ke panggung yang lebih luas.
Ketiga penari ini juga tercatat sebagai siswi SDN Warugunung 1 Surabaya. Pihak sekolah memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan bakat seni siswanya sebagai bagian dari upaya pendidikan karakter dan pelestarian budaya.
Ajang tari tradisional di Surabaya ini bukan sekadar arena kompetisi, tetapi juga ruang apresiasi budaya yang mempertemukan generasi muda dengan akar tradisinya. Melalui kegiatan seperti ini, identitas seni dan kebudayaan Nusantara kian terjaga dan diwariskan kepada penerus bangsa.
