Jombang – Di tengah gejolak yang melanda Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abdus Salam Shohib Bisri atau yang akrab disapa Gus Salam mengeluarkan seruan doa bersama berupa pembacaan surat Al-Fatihah untuk keselamatan Jam’iyyah NU. Ajakan itu tertuang dalam sebuah surat edaran yang beredar luas pada Kamis (11/9/2025).
Dalam surat tersebut, Gus Salam menyinggung bahwa PBNU kini tengah menghadapi krisis moral, ideologi, dan spiritual, yang berimbas pada hilangnya kepercayaan umat. Kondisi ini menurutnya dipicu oleh skandal dugaan korupsi kuota haji serta tudingan adanya infiltrasi agen zionis di tubuh organisasi.
“Saat ini PBNU mengalami krisis moral, ideologi, spiritual, dan hilangnya kepercayaan umat dengan skandal korupsi kuota haji serta masuknya agen zionis di tubuh PBNU,” demikian bunyi surat edaran tersebut.
Kepada media, Gus Salam yang juga cucu pendiri NU, KH Bisri Syansuri, membenarkan seruan itu. “Nggeh Cak, gak ada yang bisa kita lakukan selain doa,” tulisnya dalam pesan singkat kepada wartawan, Kamis malam.
Gus Salam juga menekankan agar pembacaan Al-Fatihah dilakukan serentak satu kali setelah shalat Jumat (12/9/2025). “Dengan niatan semoga Allah SWT memberikan keselamatan kepada Jam’iyyah Nahdlatul Ulama,” katanya.
Dalam surat edaran itu, nama Gus Salam dicantumkan sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang, sekaligus Ketua Presidium Penyelamat Organisasi & MLB NU.
Seruan ini muncul di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap dugaan korupsi kuota haji yang sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antirasuah itu dikabarkan segera mengumumkan sejumlah nama tersangka, membuat kegelisahan di kalangan warga NU semakin terasa.
Bagi Gus Salam, doa bersama menjadi jalan sederhana namun berarti untuk menjaga marwah organisasi. “Keselamatan NU adalah keselamatan kita bersama,” tulisnya dalam edaran tersebut.
