Sangatta – Musyawarah Daerah (Musda) Ikatan Keluarga Besar Sriwijaya (Ikabes) Kutai Timur digelar meriah di Pendopo Tombo Ati, Kecamatan Sangatta Selatan, Minggu (14/8/2025). Acara yang berlangsung dari pukul 10.54 hingga 13.02 WITA ini menjadi ajang silaturahmi ratusan warga asal Sumatra yang kini menetap di Kutim.
Mengusung tema “Dengan Semangat Bersatu, Kita Wujudkan Ikabes Lebih Maju”, Musda tersebut dihadiri langsung Wakil Bupati Kutai Timur, H. Mayunadi, SE, MSI. Kehadiran orang nomor dua di Kutim itu menjadi simbol dukungan pemerintah daerah terhadap eksistensi Ikabes sebagai wadah persatuan warga perantau.
Dalam sambutannya, Mayunadi mengungkapkan rasa terima kasih kepada tokoh-tokoh Ikabes yang dinilainya turut berperan dalam perjalanan politiknya.
“Pak Chairul Anwar hadir saat saya berada di masa sulit. Beliau selalu mendampingi, tidak hanya saat senang. Saya juga berterima kasih kepada Pak Muhir dan Pak Chairul, juga seluruh masyarakat Sumatra yang hadir maupun tak hadir, berperan dalam perjalanan politik saya hingga bisa berpasangan dengan Bupati saat ini,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah.
Ketua Ikabes Kutim, Muhammad Muhir, ST., MT., menekankan pentingnya Musda sebagai momentum memperkuat kebersamaan.
“Kami ini para perantau. Warga Sumatra di Kutim jumlahnya lebih dari seribu orang, tersebar di sektor pertanian, tambang, perkebunan, hingga ASN. Kami berharap bupati dan wakil bupati terus diberikan kekuatan dalam memimpin daerah,” ungkap Muhir.
Ia juga menambahkan bahwa persahabatan dirinya dengan Wabup Mayunadi menjadi contoh eratnya hubungan antara warga Ikabes dengan pemerintah daerah. Hal itu, menurutnya, menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun Kutai Timur.
Sementara itu, Sekretaris Ikabes Kutim, Chairul Anwar, menyampaikan apresiasinya atas suksesnya penyelenggaraan Musda.
“Kami berterima kasih kepada seluruh warga yang mendukung hingga acara selesai, juga atas kehadiran Pak Wakil Bupati. Semoga sinergi Ikabes dengan pemerintah semakin erat di masa mendatang,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa Ikabes memandang Wakil Bupati sebagai saudara meski berasal dari latar belakang berbeda.
Musda Ikabes tahun ini menjadi bukti bahwa kebersamaan perantau tidak hanya sebatas menjaga silaturahmi, tetapi juga menjadi energi positif dalam kontribusi pembangunan di Kutai Timur. Solidaritas ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberi manfaat lebih luas bagi daerah.
