Desa Wisata Singkama terletak di Teluk Singkama, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur. Desa ini resmi diklasifikasikan sebagai desa wisata berkembang dan telah meraih penghargaan nasional atas kiprahnya dalam mendorong ekonomi berbasis wisata dan budaya.
Daya tarik utamanya adalah Pantai Pasir Putih Teluk Singkama yang memiliki garis pantai sepanjang 6 km. Kawasan ini menyuguhkan pesona alam mangrove, pertanian rakyat, serta kebun nanas. Desa ini juga dikenal sebagai lokasi ekowisata yang mengusung konsep konservasi dan keberlanjutan.
Masyarakat lokal memainkan peran besar dalam pengelolaan wisata melalui BUMDes dan Pokdarwis. Mereka mengembangkan homestay sederhana, makanan khas seperti gogos dan bajabu, serta produk-produk olahan mangrove. Dukungan dari pengelola Taman Nasional Kutai juga memperkuat potensi konservasi di desa ini.
Infrastruktur memang masih berkembang. Akses menuju desa masih berupa jalan tanah dan cukup menantang terutama saat hujan. Namun berbagai fasilitas sedang dibangun, seperti jalur trekking mangrove, pasar wisata, dan peningkatan sarana homestay, dengan kolaborasi dari pemerintah dan berbagai mitra.
Dengan kondisi alam yang masih asli dan pengelolaan partisipatif, Singkama berpeluang menjadi salah satu ikon wisata bahari dan agro-ekowisata andalan di Kalimantan Timur. Semangat gotong royong dan dukungan pemerintah terus memperkuat posisi desa ini dalam peta pariwisata nasional.
Desa Wisata Singkama memadukan keindahan alam, tradisi masyarakat pesisir, dan semangat konservasi dalam satu destinasi. Meski infrastruktur belum sempurna, kolaborasi warga dan pemerintah membuktikan bahwa potensi lokal bisa menjadi kekuatan besar dalam membangun pariwisata berkelanjutan.
