Sungai Penuh – Di balik gemilangnya capaian MTsN 1 Kota Sungai Penuh sebagai sekolah teladan dalam pengelolaan lingkungan bersih, sosok Kepala Madrasah, Soni Indra, S.Pd.I., memainkan peran sentral dalam menggerakkan seluruh komponen sekolah untuk menjadikan kebersihan sebagai budaya kolektif.
Penghargaan prestisius tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, dalam upacara resmi di halaman Kantor Wali Kota, Senin (21/7/2025), sebagai bentuk apresiasi atas dukungan aktif MTsN 1 terhadap program unggulan daerah, Sungai Penuh Ilok.
Di bawah kepemimpinan Soni Indra, sekolah ini dinilai sukses menerapkan sejumlah program strategis seperti Jumat Bersih, pengelolaan bank sampah, dan edukasi lingkungan berbasis karakter, yang menyasar siswa secara langsung.
“Penghargaan ini adalah hasil kerja keras bersama seluruh warga sekolah, mulai dari guru, siswa, hingga orang tua. Tapi yang terpenting adalah komitmen kita untuk menjadikan kebersihan dan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari karakter siswa,” tegas Soni Indra.
Kepala Sekolah sebagai Penggerak Utama Perubahan
Soni Indra dikenal sebagai pemimpin yang konsisten mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dan kepedulian lingkungan dalam sistem pendidikan madrasah. Ia bukan hanya hadir sebagai manajer administratif, tetapi juga sebagai penggerak perubahan perilaku siswa dan guru melalui keteladanan.
Berbagai terobosan yang digagasnya, seperti Gerakan Siswa Memilah Sampah, Pojok Hijau Kelas, dan Madrasah Zero Plastik, menjadi bagian dari inovasi yang kini mulai ditiru oleh sekolah lain.
“Kami tidak hanya ingin lingkungan yang bersih, tetapi juga generasi yang peduli dan bertanggung jawab. Lingkungan adalah bagian dari amanah yang harus dijaga. Di madrasah, kami menyatukannya dengan nilai keislaman,” jelasnya.
Apresiasi dari Pemerintah Kota
Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, dalam sambutannya menyampaikan bahwa MTsN 1 Kota Sungai Penuh adalah contoh nyata dari keberhasilan implementasi program Sungai Penuh Ilok.
“MTsN 1 tidak hanya bersih secara fisik, tetapi bersih dalam nilai dan praktik sehari-hari. Ini semua tak lepas dari kepemimpinan kepala sekolah yang visioner,” kata Wali Kota.
Wali Kota menambahkan bahwa penghargaan ini merupakan simbol harapan agar semakin banyak kepala sekolah yang memainkan peran sebagai pemimpin perubahan, bukan sekadar administrator.
Inspirasi untuk Sekolah Lain
Keberhasilan MTsN 1 di bawah kepemimpinan Soni Indra kini menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sungai Penuh. Pihak dinas bahkan berencana menjadikan model kepemimpinan berbasis lingkungan ala Soni Indra sebagai studi kasus dalam pelatihan kepala sekolah se-Kota Sungai Penuh.
Dengan keberhasilan ini, MTsN 1 Kota Sungai Penuh tidak hanya meraih penghargaan, tetapi juga kepercayaan sebagai motor penggerak budaya bersih di dunia pendidikan.
“Kita ingin setiap siswa yang lulus dari MTsN 1 adalah duta lingkungan yang akan membawa perubahan di tengah masyarakat,” pungkas Soni Indra. (ADV).
