Samarinda – “Kalau kita berdiri di samping truk yang kelebihan muatan, rasanya was-was, takut sewaktu-waktu ada apa-apa,” ujar Subandi di DPRD Kaltim, Selasa (1/7/2025), anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, menyoroti ancaman nyata kendaraan over kapasitas.
Mendukung penuh langkah Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim dalam menerapkan program nasional Zero Over Dimension and Over Loading (ODOL), ia menyebut kebijakan ini sebagai investasi besar dalam keselamatan.
Program Zero ODOL merupakan agenda nasional yang ditargetkan tuntas pada tahun 2026. Di Kalimantan Timur, Dishub telah menyusun tahapan implementasi secara bertahap. Mulai dari sosialisasi yang telah berlangsung 10–30 Juni 2025, dilanjutkan pembinaan pada 1–13 Juli 2025, dan puncaknya adalah operasi penindakan langsung pada 14–27 Juli 2025.
Pelaksana Tugas Kepala Dishub Kaltim, Irhamsyah, menegaskan bahwa Zero ODOL bukan hanya soal menegakkan aturan. “Ini menyangkut keselamatan bersama, ketertiban transportasi darat, dan keberlanjutan infrastruktur jalan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kendaraan over dimensi dan over muatan menjadi kontributor utama kerusakan jalan nasional dan provinsi. Beban perbaikan infrastruktur akibat pelanggaran ini mencapai miliaran rupiah tiap tahun, selain menghambat distribusi logistik dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Subandi menambahkan bahwa upaya ini sangat penting untuk menekan angka kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua yang paling rentan. “Kendaraan full kapasitas bukan hanya bahaya bagi dirinya sendiri, tapi juga bagi pengendara lain. Saya sangat mendukung langkah Dishub,” katanya tegas.
Dishub Kaltim kini aktif mengajak para pelaku usaha angkutan barang, pemilik armada, hingga masyarakat umum untuk menyesuaikan kendaraan sesuai aturan teknis. Sosialisasi terus digencarkan agar semua pihak siap menghadapi penegakan yang segera dilakukan.
Pemerintah berharap kolaborasi yang kuat antara pemangku kepentingan, pelaku industri transportasi, dan masyarakat akan mempercepat terwujudnya sistem transportasi yang lebih tertib dan berkelanjutan di Bumi Etam.
Dengan semangat bersama menuju Zero ODOL, Kaltim berharap bisa menjadi provinsi percontohan dalam menciptakan jalanan yang aman, efisien, dan bebas dari risiko akibat kendaraan bermuatan lebih. (ADV).
