Sukaratu – Gema sorakan dan semangat kompetisi mewarnai Gelaran Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat Kecamatan Sukaratu yang berlangsung selama satu hari penuh di BOXCOffice Sukaratu pada Senin (19/5/2025). Ajang tahunan yang menjadi bagian dari O2SN ini mempertemukan sebelas sekolah dalam pertandingan yang tidak hanya berburu kemenangan, tetapi juga menjadi arena penjaringan bakat untuk bertanding ke level lebih tinggi.
Turnamen GSI ini diikuti oleh 11 SMP se-Kecamatan Sukaratu dengan sistem gugur, dimulai sejak pukul 08.00 hingga final yang digelar pada pukul 13.40. Dari pertandingan tersebut, dua tim terbaik akan mewakili Sukaratu ke tingkat wilayah di Ciawi pada 21 dan 22 Mei, sementara babak kabupaten akan digelar di Singaparna pada 2–3 Juni mendatang.

“GSI ini bukan sekadar turnamen, tapi bagian dari agenda nasional O2SN yang tujuannya menjaring bibit unggul dari kecamatan hingga nasional,” kata Indra, Sekretaris Penyelenggara O2SN Kecamatan Sukaratu, saat ditemui di lokasi pertandingan.
Ia menjelaskan bahwa sistem seleksi dilakukan secara profesional dan berbasis data. Pendaftaran dilakukan online melalui Puspresnas BPTI, di mana semua informasi peserta sudah terdigitalisasi sebagai dasar seleksi ke tingkat berikutnya.
“Kami tidak terpaku pada satu tim, tapi benar-benar memilih pemain terbaik dari seluruh sekolah. Ada tiga pemantau kami yang bertugas mencatat dan menilai potensi anak-anak selama pertandingan,” ujar Indra.
Turnamen ini menggunakan durasi pertandingan 2×15 menit untuk babak awal dan 2×20 menit khusus untuk final. GSI Kecamatan Sukaratu sendiri telah dilaksanakan rutin sejak 2011 dan terus melahirkan atlet-atlet muda berbakat.
Salah satu pemain yang tampil memukau adalah Farhan Nul Hakim, siswa kelahiran 2011 dari SMPN 2 Sukaratu, yang berhasil membawa timnya hingga semifinal. Farhan yang bermain sebagai bek mengaku sangat senang bisa berpartisipasi.
“Senang dan bahagia bisa main di sini. Cita-citaku ingin jadi TNI, dan main bola ini juga buat jaga kebugaran,” ungkapnya dengan antusias.
Ia berharap pelatihan bisa lebih ditingkatkan, sebab selama ini mereka hanya latihan dua kali seminggu selama satu bulan atau total enam kali. “Kalau bisa latihannya lebih sering biar makin siap,” tambahnya.
Indra menambahkan bahwa babak provinsi dijadwalkan berlangsung pada Juli atau Agustus mendatang, biasanya di Cimahi, meski masih menunggu keputusan resmi dari kementerian. Ia berharap dari GSI tingkat kecamatan ini bisa muncul pemain-pemain yang kelak mampu berlaga di panggung nasional.
Dengan kolaborasi panitia dari 11 sekolah, dukungan guru, dan sistem seleksi terbuka, GSI Sukaratu 2025 menjadi bukti bahwa pencarian talenta muda bisa dilakukan secara transparan dan penuh semangat.
