Mojokerto – Suasana Dusun Kedunguneng, Desa Kedunguneng, Kecamatan Bangsal berubah menjadi penuh kecemasan setelah gapura tua yang berdiri di jalur utama dusun itu dilaporkan dalam kondisi rapuh dan mengkhawatirkan. Bangunan kayu dengan atap genteng tersebut tampak keropos dan nyaris roboh, membuat warga khawatir terhadap potensi bahaya yang mengintai setiap harinya, terutama bagi pejalan kaki dan pengendara yang melintas.
Gapura ini berdiri di pintu masuk utama dusun, menjadi saksi bisu perjalanan waktu di tengah aktivitas warga yang terus berjalan. Namun kini, struktur kayu yang dimakan usia justru menghadirkan ancaman keselamatan.
“Saya berharap gapura ini segera diperbaiki. Sudah kelihatan mau roboh, takutnya nanti menimpa orang,” keluh seorang warga setempat yang tidak ingin disebutkan namanya saat ditemui pada Minggu (18/5/2025).
Menanggapi laporan dari warga, Kepala Desa Kedunguneng menyampaikan melalui pesan WhatsApp bahwa informasi tersebut sudah diteruskan kepada kepala dusun. “Terima kasih infonya, kepala dusun segera diberi infonya,” tulisnya singkat.
Sementara dari pihak Kecamatan Bangsal, tanggapan juga telah diberikan. “Terima kasih infonya, saya akan berkoordinasi dengan desa,” ujar perwakilan kecamatan saat dihubungi tim media.
Kondisi ini menjadi sorotan lantaran posisi gapura sangat strategis. Selain sebagai simbol masuk dusun, lokasinya juga ramai dilintasi oleh kendaraan roda dua maupun empat, serta warga yang berjalan kaki. Risiko jatuhnya bagian gapura bisa berdampak fatal jika tidak segera ditangani.
Selain mengkhawatirkan sisi keselamatan, warga juga menyoroti pentingnya pelestarian bangunan bersejarah seperti gapura tersebut. Mereka berharap, jika dilakukan renovasi, bentuk asli dan nilai sejarahnya tetap dijaga.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa perhatian terhadap fasilitas umum dan bangunan peninggalan lama tidak boleh diabaikan. Pemerintah desa, kecamatan, hingga dinas terkait diharapkan dapat segera turun tangan guna mencegah hal yang lebih buruk.
“Jangan sampai kita bertindak setelah ada korban,” kata seorang tokoh warga saat ditemui di lokasi.
