Mojokerto – Di tengah arus deras dunia digital, Christopher Kevin Yuwono tampil sebagai sosok inspiratif. Sebagai Duta GenRe Kota Mojokerto 2025 terpilih, Kevin berkomitmen membimbing remaja menghadapi tantangan zaman, mulai dari kecanduan media sosial hingga krisis identitas yang marak terjadi.
Dalam pernyataannya, Kevin menyampaikan bahwa lima tantangan utama remaja saat ini, sebagaimana disoroti Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, meliputi fenomena FOMO (Fear of Missing Out), YOLO (You Only Live Once), FOPO (Fear Of Other People’s Opinion), rendahnya literasi, dan self hatred. Menurut Kevin, kesadaran akan tantangan ini menjadi landasan penting dalam membangun generasi muda yang berdaya.
“Sebagai Duta GenRe yang diharapkan dapat menjadi contoh bagi remaja lain dalam menjalani hidup sehat dan berencana, saya akan membantu remaja untuk memiliki perencanaan yang matang dalam kehidupan, termasuk perencanaan pendidikan, karier, dan pernikahan,” ujar Kevin saat diwawancarai oleh wartawan Kabarterdepan.com pada Minggu (27/4/2025).
Lebih lanjut, Kevin berkomitmen untuk aktif mengedukasi remaja seputar kesehatan reproduksi, bahaya narkoba, seks bebas, serta pencegahan HIV/AIDS. Ia menyoroti pula pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah tekanan akademik, ekspektasi sosial, dan dinamika kehidupan remaja yang kompleks.
Menurut Kevin, penggunaan media sosial secara berlebihan berisiko meningkatkan kecemasan, perasaan rendah diri, hingga cyberbullying. Oleh sebab itu, ia akan fokus pada advokasi, komunikasi, dan edukasi agar para remaja di Kota Mojokerto dapat tetap produktif, sehat, dan berencana dalam menghadapi era digital.
“Belum lagi, paparan Informasi Negatif membuat remaja rentan terpapar informasi yang tidak akurat, ujaran kebencian, dan konten negatif lainnya di platform digital. Tentu saja ini dapat berpengaruh kepada proses pencarian jati diri di tengah gempuran informasi dan gaya hidup yang beragam di media sosial dapat menimbulkan kebingungan dan krisis identitas,” ujar Kevin menegaskan tantangan besar yang harus dihadapi.
Ia menambahkan, kemampuan literasi digital dan berpikir kritis mutlak diperlukan bagi generasi muda. Dengan perannya sebagai Duta GenRe, Kevin berharap mampu menginspirasi dan membimbing remaja untuk menjadi lebih selektif dalam mengelola informasi.
“Sebagai Duta GenRe, saya berkomitmen menjadi Agent of Change yang menyiapkan remaja untuk Kota Mojokerto menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Kevin, penuh semangat.
