Mojokerto – Sosok Kebo Iwa, panglima perang legendaris dari Kerajaan Bali Aga, dipercaya masyarakat memiliki makam di Dusun Wringin Lawang, Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Hingga kini, makam tersebut masih terawat dan berada dalam sebuah bangunan di kompleks pemukiman warga, dikelilingi dinding pembatas. Di area yang sama juga terdapat makam Buyut Sekarsari.
Keberadaan makam ini telah menjadi bagian dari kepercayaan turun-temurun masyarakat setempat. Lahuri Prayitno, seorang warga Desa Jatipasar yang juga memiliki latar belakang spiritual, mengaku merasakan energi khusus di tempat tersebut.
“Iya, benar, itu makam Kebo Iwa menurut cerita dari mbah buyut kami. Sebagai seorang spiritual, saya merasakan energi di sana memang sangat kuat. Bahkan, dulu pernah ada warga dari Bali yang kesurupan dan tidak sembuh-sembuh. Setelah dibawa ke sini, akhirnya sembuh,” ungkap Lahuri saat dikonfirmasi, Kamis (6/3/2025).
Menurut Lahuri, makam Kebo Iwa juga menjadi tujuan peziarah, terutama dari kalangan umat Hindu yang datang setiap bulan Suro untuk berdoa dan mengenang leluhur mereka. Namun, ia menyayangkan belum adanya perhatian dari dinas terkait yang berwenang dalam pelestarian situs kebudayaan.
Sumartik, seorang aktivis lingkungan sekaligus budayawan, juga menyoroti pentingnya perhatian pemerintah terhadap situs bersejarah ini.
“Saya berharap makam leluhur seperti Kebo Iwa mendapatkan perhatian dari pemerintah. Saat ini, Mojokerto dipimpin oleh Bupati Muhammad Al Barra, dan semoga ke depannya situs-situs sejarah serta makam leluhur Majapahit lebih diperhatikan,” ujarnya.
Keberadaan makam Kebo Iwa di Mojokerto memang masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan. Namun, bagi masyarakat setempat, warisan ini telah menjadi bagian dari sejarah yang perlu dilestarikan.
