Sangatta – Anggota Komisi C DPRD Kutai Timur, Kajan Lahang, menekankan pentingnya pengembangan pariwisata di daerah pemilihannya (Dapil IV) yang meliputi Kecamatan Telen, Kecamatan Kongbeng, dan Kecamatan Muara Wahau. Dalam wawancaranya, Kajan menegaskan bahwa potensi alam yang memukau seperti Sungai Seleq di Desa Miau Baru, Gua Kongbeng, dan Gua Maria, harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan perekonomian lokal dan memperkenalkan kekayaan alam Kutai Timur kepada dunia.
Menurutnya, kecamatan Kongbeng dan Wahau menyimpan “harta karun” yang belum sepenuhnya diungkap, berupa keindahan alam yang memikat hati siapa pun yang melihatnya.
“Banyak sekali tempat wisata yang perlu di kembangkan di Kombeng dan Wahau,” ujar Kajan saat diwawancarai di Gedung DPRD Kutim, Selasa (30/7/2024) lalu.
Potensi Alam dan Budaya yang Menggoda
Kajan Lahang mengungkapkan bahwa alam di Kongbeng dan Wahau masih sangat terjaga. Sungai yang berkilauan, gunung yang menjulang, dan hutan yang rimbun merupakan modal utama yang harus dimanfaatkan untuk menarik wisatawan. Langkah pertama, menurutnya, adalah mengimplementasikan strategi dan terobosan untuk mengelola keindahan ini menjadi destinasi wisata yang memikat hati. Pembangunan fasilitas yang memadai menjadi kunci utama dalam upaya ini.
“Dukungan pemerintah sangat diperlukan untuk mempersiapkan segala kebutuhan yang akan menarik wisatawan lokal dan internasional,” ujar Kajan. Ia menekankan bahwa fasilitas yang kurang memadai bisa merugikan pengelolaan potensi wisata, yang pada gilirannya akan mengurangi daya tarik destinasi tersebut.
Visi Kajan Lahang dan Pengembangan Infrastruktur
Politisi Nasdem ini menyakini Kongbeng dan Wahau sebagai magnet wisata yang dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Ini bukan hanya tentang melestarikan keindahan, tetapi juga tentang membuka peluang ekonomi baru. Pembangunan akses jalan, misalnya, adalah salah satu langkah penting yang harus segera ditindaklanjuti. Jalan yang ada saat ini masih bergantung pada akses perusahaan, dan ini harus diubah,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa potensi wisata di Kutai Timur jauh lebih luas daripada hanya dua kecamatan tersebut. “Terdapat banyak lokasi lain di Kutim yang juga memiliki potensi serupa. Tugas kita adalah jeli melihat dan memanfaatkan peluang yang ada,” tambahnya.
Keunikan Budaya Desa Miau Baru
Selain wisata alam, potensi wisata budaya juga tidak kalah menarik. Desa Miau Baru menjadi salah satu desa wisata yang terkenal dengan keunikan ragam tarian dan seni rupanya. Di desa ini, terdapat Desa Wisata Kesenian dan Kebudayaan Dayak Kayan. Desa Miau Baru ini terletak di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, yang masih kental dengan ketahanan budayanya.
Pengunjung akan disambut oleh Gerbang Desa Lekan Maran, pintu masuk Desa Wisata Kesenian dan Kebudayaan Dayak Kayan, yang terbuat dari bahan kayu ulin berukir yang kokoh dan lumbung padi (lepo parai) dengan nuansa ukiran khas Suku Dayak Kayan. Ada juga miniatur Lamin Adat dan kompleks pemakaman unik yang kaya akan ukiran motif Dayak Kayan.
Tidak hanya itu, desa wisata ini juga memiliki pentas seni yang digelar rutin pada hari Minggu pukul 15:00-17:00 WITA. Pagelaran ini menampilkan eksotisme seni tari Suku Dayak Kayan yang ditarikan oleh para penari dari berbagai Sanggar Tari Desa Miau Baru. “Dalam pagelaran tersebut, pengunjung dapat menyaksikan beragam tari yang dipentaskan oleh penari dari berbagai usia, semua dalam balutan pakaian khas Suku Dayak Kayan,” terangnya.
Menuju Horizon Baru
Dengan komitmen dan rencana matang, masa depan Kongbeng dan Wahau sebagai destinasi wisata yang mempesona bukanlah mimpi. Ini adalah peluang emas yang menunggu untuk digenggam, membawa Kutai Timur menuju horizon baru yang penuh kemungkinan dan keindahan. “Upaya mengembangkan pariwisata tidak hanya akan melestarikan keindahan alam dan budaya lokal, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang bermanfaat bagi masyarakat setempat,” tandasnya.
