Sangatta – Dalam upaya memperkuat layanan kesehatan primer, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur menyelenggarakan pelatihan keterampilan dasar bagi 36 kader dan fasilitator Pusat Layanan Kesehatan Terpadu (Posyandu) dari lima desa. Pelatihan yang diadakan di Hotel Royal Victoria, Sangatta, ini merupakan bagian dari revitalisasi layanan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pelayanan kesehatan di Puskesmas, Posyandu, serta kunjungan rumah.
Rini Palakian Mande, Kepala Seksi Layanan Kesehatan Primer Dinkes Kutim menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan dukungan terhadap implementasi transformasi layanan kesehatan primer.
“Melalui transformasi layanan kesehatan primer ini, seluruh layanan kesehatan akan dilakukan secara terintegrasi, mulai dari Posyandu hingga rumah sakit. Hal ini bertujuan untuk memudahkan penanganan kesehatan masyarakat,” ujar Rini kepada media ini di Hotel Victoria Sangatta, Selasa (2/7/2024).
Pilar Transformasi Kesehatan
Rini memaparkan bahwa transformasi layanan kesehatan terdiri dari: Transformasi layanan primer. Transformasi layanan rujukan. Transformasi sistem ketahanan kesehatan. Transformasi pembiayaan kesehatan. Transformasi sumber daya manusia kesehatan dan transformasi teknologi kesehatan
“Dengan adanya transformasi ini, diharapkan pelayanan kesehatan bisa lebih efisien dan terkoordinasi, memudahkan masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan yang mereka butuhkan,” tambahnya.
Pelatihan Dua Tahap
Pelatihan ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung dari tanggal 24 hingga 28 Juni, sementara tahap kedua akan dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 5 Juli 2024. Setiap angkatan terdiri dari 36 kader yang berasal dari lima desa: Swarga Bara (Sangatta Utara), Suka Damai (Teluk Pandan), Bumi Jaya (Kaubun), Kaliorang (Kaliorang), dan Bay (Karangan).
Para peserta pelatihan ini akan dibekali dengan kemampuan mengisi data kesehatan masyarakat melalui dashboard aplikasi yang telah disiapkan.
“Sistem ini akan memudahkan penelusuran riwayat kesehatan masyarakat saat mereka melakukan pengobatan atau pemeriksaan kesehatan di kemudian hari,” jelas Rini.
Dukungan Global Fund dan Launching Agustus
Kegiatan ini didanai oleh bantuan hibah dari Global Fund, dengan peluncuran serentak yang direncanakan pada bulan Agustus. “Ya, nanti bulan Agustus akan dilaunching oleh Bupati Kutim,” terangnya.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para kader dan fasilitator Posyandu akan lebih siap dan terampil dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan terintegrasi kepada masyarakat. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah-daerah.
Pelatihan yang dilakukan ini tidak hanya memperkuat keterampilan para kader, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mewujudkan layanan kesehatan yang lebih responsif dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
