Sangatta – Suasana penuh haru dan khidmat menyelimuti pelataran indoor Masjid Agung Al Faruq Bukit Pelangi Kutim saat 201 calon jamaah haji (CJH) resmi dilepas, Sabtu (8/6/2024). Acara dihadiri oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Kasmidi Bulang, dan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kutim, Akhmad Berkati.
Bupati Ardiansyah Sulaiman berpesan penuh harapan dan doa untuk para calon jamaah haji. “Kami berharap agar para calon jamaah haji senantiasa mendoakan Kabupaten Kutai Timur agar terhindar dari bencana dan musibah, serta menjadikan daerah ini lebih aman dan sejahtera. Doa kami, pemerintah dan masyarakat Kutim, selalu mengiringi para calon jamaah haji, semoga ibadah haji ini bisa dilaksanakan secara baik,” ujarnya.
Jumlah Calon Jamaah Haji Asal Kutim
Kepala Kemenag Kutim, Akhmad Berkati, menjelaskan bahwa pemberangkatan calhaj Kutim ini didasarkan pada berbagai regulasi terkait penyelenggaraan ibadah haji, termasuk Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah serta Keputusan Menteri Agama No 1005 Tahun 2023 tentang Kuota Haji Indonesia tahun 1445 H/2024 M. Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) PPIH Daerah Kutim, jumlah calon jamaah haji yang terdaftar hingga saat ini mencapai 5.830 orang, dengan estimasi keberangkatan hingga tahun 2058.
“Tahun ini, Kutim memperoleh tambahan kuota haji, sehingga dari 173 orang pada tahun sebelumnya, kini diberangkatkan sebanyak 205 orang. Penambahan kuota ini termasuk 32 jemaah cadangan,” ungkap Akhmad Berkati.
Rincian jumlah CJH dari berbagai kecamatan di Kutim adalah Sangatta Utara 129 orang, Sangatta Selatan 18 orang, Busang 4 orang, Kaliorang 3 orang, Sangkulirang 7 orang, Batu Ampar 1 orang, Muara Ancalong 3 orang, Bengalon 5 orang, Muara Wahau 2 orang, Kombeng 4 orang, Kaubun 2 orang, Karangan 4 orang, Rantau Pulung 7 orang, dan Teluk Pandan 12 orang.
“Calon jamaah haji Kutim yang diberangkatkan tahun ini tergabung dalam Kloter 19 Gelombang II Embarkasi Balikpapan, dengan jumlah 201 orang. Ditambah petugas TPHI, TPIHI, TKHI, dan PHD, total keseluruhan menjadi 206 orang. Semua calon jamaah haji Kutim dalam keadaan sehat dan siap menunaikan ibadah haji,” terangnya.
Kloter 19 dipimpin oleh Sabransyah dari Samarinda sebagai petugas TPHI, dibantu Sofiansyah (TPIHI), dr. Florida (TKHI), serta Muhammad Munif Na’im dan Sumarno Saman sebagai Petugas Haji Daerah. Sebelumnya, empat calhaj Kutim telah berangkat pada Kloter 18, bergabung dengan jemaah dari Paser, Kubar, dan Balikpapan.
Usia calon jamaah haji Kutim tahun ini bervariasi, dengan peserta tertua bernama Simba Baba Matto (81 tahun) dari Sangatta Utara, dan termuda bernama Khalishah Nadhifah Didin Budianto (18 tahun), juga dari Sangatta Utara.
Jadwal Selama Menunaikan Ibadah Haji
Pemberangkatan CJH dimulai dari Masjid Agung Al Faruq Sangatta pada 8 Juni 2024, memasuki Asrama Haji Balikpapan pada 9 Juni 2024 dan terbang menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah pada 10 Juni 2024 dengan transit di Bandara Soekarno-Hatta dan Kualanamu. Pemulangan dijadwalkan pada 20 Juli 2024 melalui Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah. Untuk akomodasi, calhaj Kutim akan menempati pemondokan di wilayah Sektor 11 Reibakhsy, Mekkah dan Wilayah Markaziah, Madinah.
Acara pelepasan di Masjid Agung Al-Faruq diwarnai dengan suasana haru ketika para calon jamaah haji berpamitan dengan keluarga dan kerabat. Tangis bahagia bercampur dengan doa mengiringi langkah mereka menuju Balikpapan sebagai titik awal perjalanan spiritual menuju Tanah Suci.
Pelepasan ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga menjadi momen refleksi dan doa bersama, mengingatkan akan pentingnya kebersamaan dan dukungan dalam menjalankan ibadah haji. Bupati Ardiansyah dan para pejabat yang hadir berharap agar seluruh calon jamaah haji diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan rukun Islam yang kelima ini.
Dengan penuh harapan, masyarakat Kutai Timur menanti kabar baik dan doa-doa tulus dari Tanah Suci, berharap agar keberangkatan kali ini membawa berkah dan manfaat bagi seluruh warga.
“Semoga seluruh calon jamaah haji kita dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan kembali dengan predikat haji yang mabrur,” pungkas Bupati Ardiansyah.
Harapan dan Doa dari Tanah Air
Suasana yang menyelimuti Masjid Agung Al-Faruq tidak hanya diisi oleh suara-suara takbir dan tahmid, tetapi juga tangisan haru dari keluarga yang melepas kepergian orang-orang terkasih mereka. Dengan doa dan harapan, para calon jamaah haji dari Kutim melangkah menuju Tanah Suci, membawa serta harapan seluruh masyarakat Kutim untuk keselamatan, kesehatan, dan haji yang mabrur.
