Sangatta – Plt Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur Heru Purwanto berharap kemandirian dapat menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kompetensi dan kemandirian ekonomi masyarakat Kutai Timur. Hal ini ia sampaikan Dalam acara pembukaan Kursus dan Pelatihan Program Pendidikan Bidang Kewirausahaan. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Buana Mekar Sangatta, Rabu (29/5/2024).
Heru Purwanto menegaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan kecakapan hidup kepada masyarakat, sehingga mereka mampu mengembangkan diri dan profesi, serta mendukung kebijakan pemerintah pusat.
“Program ini berlandaskan pada berbagai regulasi, termasuk Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi,” ujar Heru.
Pelatihan ini akan berlangsung selama lima hari, dimulai dari 29 Mei hingga 2 Juni 2024. Kegiatan akan dilaksanakan di tiga lokasi berbeda dengan berbagai jenis pelatihan. Di Kelas 2 Bontang, 40 peserta akan mengikuti kursus menjahit. Di Kelas SD NSS SKB Soekarno Hatta, 140 peserta akan mendapatkan pelatihan pastry bakery, musik tradisional, membatik eco green, dan digital marketing. Sementara itu, di LKP Bina Karya Education Sangatta Utara, 48 peserta dari Sangkulirang, Kaliurang, dan Teluk Pandan akan mengikuti pelatihan yang didanai oleh APBD Kutai Timur tahun 2024.
“Peserta berasal dari wilayah-wilayah tempat perusahaan, sehingga setelah selesai pelatihan, mereka diharapkan bisa bekerja di perusahaan-perusahaan tersebut dan mengurangi ketergantungan pada pekerja dari luar,” jelas Heru. Beliau juga menyampaikan apresiasinya kepada Bupati Kutai Timur atas dukungannya terhadap pendidikan non formal dan berharap dukungan ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.
Dalam sambutannya, Heru Purwanto juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan Kutai Timur atas arahan dan fasilitasi yang diberikan, serta kepada Ahmad Junaedi, BSH MSI, atas support dan motivasinya selama ini. “Inovasi Cap Jempol yang beliau gagas akan terus kami kembangkan, tidak hanya di bidang pendidikan non formal tapi juga di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),” tambahnya.
Heru juga melaporkan upaya pendataan anak usia PAUD yang belum terlayani. “Kami telah melakukan pendataan manual dan memasukkan data tersebut ke dalam sistem Dapodik, sehingga anak-anak ini dapat dilayani oleh sekolah terdekat. Kami berharap layanan pendidikan di Kutai Timur akan semakin baik,” ujarnya optimis.
Dengan pelatihan ini, diharapkan masyarakat Kutai Timur akan lebih mandiri secara ekonomi dan mampu bersaing di dunia kerja. Kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga membuka peluang untuk pengembangan diri dan peningkatan kualitas hidup.
