Sangatta – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur, Mulyono, mengungkapkan rincian sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2024. Mulyono mengatakan PPDB untuk tingkat SD dan SMP sudah jelas dan tidak ada masalah.
“Untuk PPDB di Kutai Timur untuk tingkat SD dan SMP sudah clear tidak ada masalah,” tegas Mulyono saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/5/2024).
Menurut Mulyono, kejelasan sistem PPDB pada tingkat SD dan SMP merupakan prioritas utama. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak adanya kebingungan di antara para calon siswa dan orang tua terkait proses penerimaan di sekolah mana mereka akan diterima. Mulyono mengakui sistem Zonasi yang diterapkan pemerintah memang memiliki kekurangan dan kelebihan.
“Zonasi bukanlah satu-satunya sistem penerimaan yang diterapkan. Terdapat empat sistem lainnya yang kami persiapkan. Setiap kebijakan memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Namun, yang terpenting adalah memastikan bahwa proses penerimaan ini tidak mengkotak-kotakkan siswa. Kami berharap setiap anak mendapatkan akses terbaik untuk pendidikan,” ungkap Mulyono.
Sistem PPDB di Kabupaten Kutai Timur dirancang dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti jarak tempuh sekolah, keberagaman siswa, dan kebutuhan pendidikan masyarakat setempat. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa terkekang oleh batasan-batasan geografis atau sosial.
Meskipun ada beragam sistem yang diterapkan, Mulyono menegaskan bahwa transparansi dan keadilan tetap menjadi prinsip utama dalam proses PPDB. “Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang kami buat mengutamakan kepentingan siswa dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua,” tambahnya.
Bagi Mulyono, tantangan terbesar muncul pada tingkat SMA, di mana kewenangan PPDB berada di bawah tanggung jawab provinsi. Menurutnya, jumlah SMA di Kutim masih kurang.
“Yang menjadi keluhan masyarakat biasanya tingkat SMA. Karena jumlahnya kurang. kami sudah berkoordinasi dengan propinsi. Kami juga sudah siapkan lahan untuk pendirian SMA,” tandasnya.
Dengan demikian, Mulyono dan tim Dinas Pendidikan Kutai Timur terus berupaya untuk menyempurnakan sistem PPDB agar dapat memberikan dampak yang positif bagi pendidikan di wilayah tersebut.
