Kutai Barat – Masa depan suatu daerah tergantung pada partisipasi aktif pemuda dalam proses pembangunan. Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan peran pemuda, Anggota DPRD Fraksi PKS, Fitri Maisyaroh, yang juga duduk di Komisi IV, menjadi narasumber utama dalam kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kalimantan Timur Nomor 8 Tahun 2022 Tentang Kepemudaan. Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur dan diselenggarakan secara daring (online), dengan peserta yang berasal dari Kutai Barat, Kalimantan Timur, Rabu (15/5/2024).
Dalam diskusi online yang dihelat melalui platform virtual, Fitri Maisyaroh menyampaikan pentingnya pemahaman tentang peraturan daerah terkait kepemudaan.
“Pemuda adalah aset berharga bagi pembangunan daerah. Melalui pemahaman yang baik terhadap Perda Kepemudaan, pemuda dapat berperan aktif dalam menciptakan perubahan yang positif dalam masyarakat,” ujar Fitri Maisyaroh usai menjadi narasumber.
Peserta yang hadir dalam diskusi online ini merupakan pemuda-pemuda dari Kutai Barat, Kalimantan Timur, yang bersemangat untuk memahami lebih dalam mengenai hak dan kewajiban mereka dalam konteks peraturan daerah tentang kepemudaan. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan terkait implementasi Perda Kepemudaan dan berbagi pengalaman serta harapan mereka terhadap peran pemuda dalam pembangunan daerah.
“Kegiatan sosialisasi seperti ini sangat bermanfaat bagi kami. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang peraturan yang mengatur kepemudaan, kami dapat lebih aktif dalam berpartisipasi dalam pembangunan daerah. Selain itu kami lebih paham tentang peran kami sebagai pemuda terutama menyambut IKN,” ungkap salah satu peserta.
Fitri Maisyaroh menyambut baik antusiasme peserta dalam diskusi online ini dan berharap bahwa kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran dan semangat pemuda Kutai Barat, Kalimantan Timur, dalam berkontribusi secara positif bagi pembangunan daerah mereka.
Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi antara lembaga legislatif, pemerintah daerah, dan pemuda dalam mendorong terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif di Kalimantan Timur.
