“Kita harus perkuat ketahanan pangan dengan ragam inovasi yang variatif,” ungkapnya.
Akmal Malik berharap IWAPI dapat menjadi pendorong utama bagi para perempuan dalam menjalankan bisnis di bidang pertanian. Ia juga memaparkan bahwa pembangunan green house dapat dimulai dengan rangka berbahan bambu atau baja ringan, dengan tahap awal yang dapat dilakukan menggunakan rangka bambu asalkan tersedia lahannya.
“Dengan menggunakan rangka berbahan bambu, green house ini bisa menjadi contoh yang berhasil bagi masyarakat dengan tanaman sayuran maupun buah-buahan,” jelasnya.
Akmal juga menyoroti manfaat dari proyek ini, yang akan berkontribusi pada ketahanan pangan keluarga dan meningkatkan perekonomian anggota organisasi. Ia menantang ribuan anggota IWAPI untuk memanfaatkan lahan kosong mereka untuk pengembangan green house.
Ketua IWAPI Kaltim, Ernawaty Gafar, menyambut baik saran dari Akmal Malik terkait pengembangan green house. Ia berencana membahas hal ini dalam rapat internal IWAPI Kaltim untuk segera ditindaklanjuti.
“Masukan Bapak Akmal dalam pengembangan green house menjadi peluang usaha bagi kami, selain UMKM. Kami akan segera mempersiapkan lahannya,” tandasnya.
