Mojokerto – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati terus berkomitmen untuk meningkatkan pemahaman orang tua, terutama ibu-ibu di Kabupaten Mojokerto, mengenai pentingnya perawatan kesehatan dan perkembangan anak-anak sejak dalam kandungan. Hal ini dibahas dalam acara “Selasa Sehat Turunkan Stunting AKB dan AKI (Sehati)” yang digelar di Balai Dusun Pungging Krisik, Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging, Selasa (10/10/2023).
Bupati Ikfina menyoroti pentingnya perawatan anak balita dengan cermat, termasuk menghindari infeksi berulang yang bisa menjadi indikator stunting.
“Perkembangan otak anak hingga usia 5 tahun sangat krusial, dan masalah stunting dapat menghambat pertumbuhan otak ini. Salah satu indikator stunting adalah kurangnya berat badan dan tinggi badan pada anak-anak. Oleh karena itu, orang tua diminta untuk memantau pertumbuhan anak mereka sesuai dengan grafik yang ada,” ungkap Bupati perempuan pertama di Bumi Majapahit ini.

Bupati Ikfina juga menegaskan pentingnya pemberian ASI eksklusif bagi bayi di bawah 6 bulan, karena ASI mengandung antibodi yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak.
“Setelah usia 6 bulan, diperkenalkan makanan pendamping bertahap, mulai dari yang encer hingga bertekstur. Bupati mengingatkan bahwa setiap makanan harus mengandung zat-zat pembangun, seperti telur, ikan, daging, ayam, tahu, tempe, dan susu,” ujarnya.
Selain perawatan kesehatan, Bupati Ikfina juga mendorong para ibu untuk memberikan kasih sayang sebanyak mungkin sebagai upaya membangun karakter anak-anak. Salah satu hal yang ditekankan adalah memberikan makanan dengan cara yang benar, yaitu dengan duduk, dan menghindari perhatian anak saat makan. Bupati menjelaskan bahwa fokus perhatian, seperti menawarkan permainan dengan seolah-olah ada pesawat yang masuk ke mulut anak, sebaiknya dihindari.
Selasa Sehat Turunkan Stunting AKB dan AKI (Sehati) ini merupakan langkah konkret dalam upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran para orang tua tentang pentingnya perawatan dan pemantauan kesehatan anak-anak untuk mengurangi stunting, AKB (Angka Kematian Bayi), dan AKI (Angka Kematian Ibu) di Kabupaten Mojokerto. Diharapkan, langkah-langkah seperti ini akan memberikan kontribusi positif dalam mendukung pertumbuhan generasi yang lebih sehat di masa depan.
