Mojokerto – Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) telah mempersiapkan diri untuk menyelenggarakan event tahunan mereka, Majafest 2023. Dengan tema ‘Harmoni Nusantara’, acara ini menitikberatkan pada wisata atraksi dan memadukan unsur pariwisata, ekonomi kreatif, seni, budaya, serta sejarah di Kabupaten Mojokerto.
Menelan anggaran sebesar Rp2,2 milyar, Majafest 2023 akan digelar selama tiga hari di Lapangan Kawiryan, Desa Pacing, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Yakni Jumat-Minggu tanggal 3-5 Agustus 2023 mendatang.
Pesona Atraksi dan Kolaborasi Seni di Majafest 2023
Majafest 2023, yang diadakan selama tiga hari di Lapangan Kawiryan, Desa Pacing, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, menawarkan sejumlah atraksi menarik. Acara ini mencakup pemecahan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Tari Bedoyo Putri Mojosakti yang melibatkan 500 penari siswi dari 21 SMA dan SMK di Kabupaten Mojokerto. Selain itu, ada Festival 100 Bantengan, Festival Sambal Wader, Mojokerto Tourism Award, hingga Pemilihan Gus Yuk 2023.
Kepala Disbudporapar Kabupaten Mojokerto, Norman Handhito mengatakan, Majafest 2023 titik beratnya pada wisata atraksi.
“Sebanyak 500 penarinya berasal dari siswi di 21 SMA dan SMK di Kabupaten Mojokerto. Tari Bedoyo ini ditampikan pertama kali pada saat kami ada Festival Budaya Pelajar di Mojosari beberapa waktu yang lalu,” terangnya.
Tari Bedoyo merupakan tari penyambutan tamu. Namun Tari Bedoyo Putri Mojosakti, lanjut Norman, campuran, kadang kencang dan terkadang pelan sehingga diyakini akan menampilkan tarian yang sekali dan lebih atraktif.
Konser Musik dan Hiburan Beragam di Majafest 2023
Para pengunjung acara akan dimanjakan dengan beragam pertunjukkan seni, mulai dari reog, campursari, barongsai, Ludruk Karya Budaya, Keroncong Jelita, dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu, mereka juga dapat menikmati konser musik dari Titi Laras, Gildcoustic, Alffy Rev, Meiska, dan masih banyak lagi. Semua hiburan ini diharapkan dapat memberikan kesan tak terlupakan bagi para pengunjung.
Perbedaan dan Harapan di Majafest 2023
Selain itu, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, juga mengungkapkan bahwa setiap tahun Majafest memiliki tema dan fokus yang berbeda. Di tahun ini, Majafest 2023 berusaha menonjolkan pariwisata atraksi, terutama Bantengan sebagai budaya khas Kabupaten Mojokerto. Harapannya, acara ini dapat meningkatkan pemasaran dan pendapatan bagi para UMKM di Kabupaten Mojokerto. Dengan melibatkan sejumlah OPD, diharapkan Majafest 2023 dapat menjadi acara yang lebih unggul dan meriah dari sebelumnya.
Batik-batik tersebut semuanya ada namanya, dan di Majafest 2022 diperagakan oleh para Kepala OPD, Direktur BUMD dan Direktur Bank Jatim Bersama dengan pasangannya. Pada Majafest 2023 yang ditonjolkan adalah pariwisata atraksi. Salah satunya adalah Bantengan yang menjadi budaya khas Kabupaten Mojokerto.
“Bantengan ini yang sebelum pandemi ada event sendiri, sekarang difasilitasi oleh Majafest. Harapannya nanti seperti festival Reog di Ponorogo. Majafest 2023 diharapkan dapat meningkatkan pemasaran dan pendapatan para UMKM di Kabupaten Mojokerto,” paparnya.
Majafest 2023 menunjukkan perbedaan signifikan dari tahun-tahun sebelumnya, dengan lebih banyak melibatkan pekerja seni, penari siswi, dan musisi hingga mencapai hampir 1.000 orang, sebanyak 90 persen di antaranya adalah warga Kabupaten Mojokerto. Hal ini menjadikan acara ini lebih kolosal dan menghadirkan Tari Bedoyo Putri Mojosakti sebagai sorotan utama.
