Jember – Menjelang musim mudik Lebaran, Kabupaten Jember bersiap menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat. Sebanyak 522 personel gabungan dari kepolisian, TNI, serta berbagai instansi pemerintah dikerahkan untuk menjaga keamanan dan kelancaran perjalanan pemudik dalam Operasi Ketupat Semeru 2026.
Apel gelar pasukan sebagai tanda dimulainya operasi tersebut dilaksanakan di Alun-Alun Jember pada Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Jember, Gus Fawait, yang menandai kesiapan pemerintah daerah bersama aparat keamanan dalam menghadapi arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Operasi yang mengusung tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” ini dirancang untuk memastikan situasi tetap kondusif selama perayaan Idul Fitri.
Dalam sambutannya, Gus Fawait menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif guna menghadapi meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang hari raya. Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor antara pemerintah daerah, TNI, Polri, serta instansi terkait agar keamanan dan pelayanan publik selama periode Lebaran dapat berjalan optimal.
“Koordinasi antarinstansi menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas daerah, terutama saat arus mudik yang biasanya diikuti peningkatan aktivitas masyarakat,” ujar Gus Fawait.
Ia juga mengungkapkan bahwa pengalaman sebelumnya dalam mengatasi persoalan distribusi bahan bakar menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah daerah. Saat itu, kelangkaan BBM sempat memicu kepanikan masyarakat, namun berkat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan kepolisian, kondisi tersebut berhasil dikendalikan hingga distribusi kembali normal.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama yang solid, persoalan distribusi bahan bakar bisa kita tangani dengan baik sehingga masyarakat kembali mendapatkan pasokan secara normal,” kata Gus Fawait.
Selain itu, ia memastikan bahwa pasokan energi di Kabupaten Jember menjelang Lebaran berada dalam kondisi aman. Ketersediaan bahan bakar minyak dinilai cukup hingga pasca-Idul Fitri, sementara stok LPG juga diperkuat melalui koordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputro menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Semeru 2026 akan berlangsung selama 13 hari dengan melibatkan 522 personel gabungan. Dari total tersebut, sekitar 250 personel berasal dari kepolisian, sedangkan sisanya merupakan dukungan dari TNI dan berbagai instansi terkait.
“Personel akan ditempatkan di sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan di titik-titik strategis, termasuk jalur utama lalu lintas serta kawasan wisata yang diprediksi mengalami peningkatan kunjungan selama libur Lebaran,” jelas Bobby.
Pihak kepolisian juga telah memetakan beberapa titik rawan kemacetan di wilayah Jember. Beberapa lokasi yang menjadi perhatian antara lain Simpang Empat Mangli sebagai akses utama keluar masuk kota, Jalan Ahmad Yani, Jalan Trunojoyo, serta kawasan sekitar Kampus Universitas Jember yang kerap mengalami kepadatan kendaraan pada waktu tertentu.
Selain fokus pada pengamanan jalur mudik, pemerintah daerah juga memperhatikan potensi peningkatan kunjungan wisata selama libur Lebaran. Beberapa destinasi populer seperti Pantai Papuma dan Pantai Watu Ulo diperkirakan akan dipadati wisatawan, terlebih setelah pengelolaan kedua kawasan tersebut digabungkan untuk meningkatkan daya tarik wisata.
Dengan pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, pemerintah daerah dan aparat keamanan berharap masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan lancar sehingga momen Idul Fitri dapat dirayakan bersama keluarga tanpa hambatan berarti.
