Tasikmalaya – Alunan piano, petikan gitar, dentuman drum, hingga lantunan vokal memenuhi ruang ujian di Hotel City, Kota Tasikmalaya, Sabtu (23/5/2026). Sebanyak 48 siswa Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Simphony Music School mengikuti ujian kelas tahunan sebagai bagian dari evaluasi hasil belajar sekaligus penentuan kenaikan tingkat dalam pendidikan musik yang mereka jalani selama setahun terakhir.
Peserta berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak berusia lima tahun hingga peserta dewasa. Mereka menjalani dua tahapan penilaian, yakni ujian teori dan praktik, yang dirancang untuk mengukur tidak hanya kemampuan memainkan alat musik, tetapi juga pemahaman terhadap dasar-dasar ilmu musik serta kesiapan tampil di hadapan publik.
Instrumen yang diujikan meliputi vokal, piano, gitar, keyboard, drum, dan biola. Pada sesi teori, peserta mengerjakan soal yang berkaitan dengan notasi, ritme, hingga pengetahuan dasar musik. Adapun pada sesi praktik, setiap siswa menampilkan lagu sesuai instrumen yang dipelajari di hadapan dewan penguji.
Ketua LKP Simphony Music School, Eva Resina Sitorus, mengatakan ujian tahunan menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran karena memberikan gambaran mengenai perkembangan kemampuan siswa selama mengikuti pendidikan musik.
“Ujian ini untuk melihat sejauh mana pencapaian siswa dalam keterampilan bermusik. Apa yang mereka pelajari selama satu tahun harus bisa dipertanggungjawabkan melalui teori maupun praktik,” ujar Eva Resina Sitorus di Hotel City, Kota Tasikmalaya, Sabtu (23/5/26).
Menurutnya, pembelajaran musik tidak hanya bertujuan melatih keterampilan memainkan instrumen, tetapi juga membangun disiplin, ketekunan, kepercayaan diri, dan kemampuan berekspresi. Karena itu, evaluasi dilakukan secara menyeluruh agar setiap siswa memahami perkembangan yang telah dicapai sekaligus mengetahui aspek yang masih perlu ditingkatkan.
Proses penilaian praktik dilakukan oleh tiga orang penguji sesuai bidang instrumen masing-masing. Salah satu dewan juri, Kepler Sianturi, menjelaskan terdapat lima aspek utama yang menjadi dasar penilaian dalam ujian tersebut.
“Lima aspek itu menjadi dasar penilaian untuk menentukan kenaikan grade siswa, mulai dari tingkat dasar ke tingkat berikutnya,” kata Kepler Sianturi.
Kelima aspek tersebut meliputi penguasaan materi musik, kemampuan membaca notasi, pemahaman teori musik, penampilan di atas panggung, serta penguasaan lagu yang dibawakan. Penilaian tersebut dirancang agar siswa tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu tampil percaya diri di hadapan penonton.
Selain menentukan kenaikan tingkat, panitia juga memberikan penghargaan kepada siswa terbaik dan siswa teladan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kedisiplinan, dan perkembangan yang ditunjukkan selama mengikuti proses pembelajaran. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi peserta lain untuk terus mengembangkan kemampuan mereka.
LKP Simphony Music School sebelumnya telah melahirkan sejumlah alumni yang berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional. Di antaranya Rafa di bidang vokal serta Bunga yang pernah melaju hingga babak semifinal ajang Indonesian Idol. Keberhasilan para alumni menjadi bukti bahwa pendidikan musik nonformal dapat menjadi ruang pembinaan talenta yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.
“Prestasi alumni menjadi penyemangat bagi peserta didik lain bahwa mereka juga punya peluang untuk berkembang dan berprestasi,” tambah Eva Resina Sitorus.
Apresiasi terhadap konsistensi lembaga tersebut juga disampaikan Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat dan Kursus Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Elin Karlina. Ia menilai minat masyarakat terhadap pendidikan musik terus meningkat seiring bertambahnya kesempatan bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat di berbagai kompetisi.
“LKP Simphony menjadi salah satu lembaga kursus yang konsisten berjalan baik di Kota Tasikmalaya. Kami berharap kegiatan seperti ini terus menjadi motivasi bagi anak-anak untuk berani mengembangkan bakat dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan nonformal,” ujar Elin Karlina di Kota Tasikmalaya, Sabtu (23/5/26).
Pendidikan nonformal memiliki peran penting dalam melengkapi proses belajar di sekolah. Melalui kursus musik, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan artistik, tetapi juga mengembangkan karakter seperti disiplin, kerja keras, kemampuan berkolaborasi, dan keberanian tampil di depan umum. Kompetensi tersebut menjadi bekal berharga bagi anak-anak dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Ujian tahunan yang digelar LKP Simphony Music School menunjukkan bahwa pembinaan bakat memerlukan proses yang berkelanjutan dan terukur. Dengan evaluasi yang konsisten serta dukungan dari keluarga, pendidik, dan pemerintah, pendidikan musik dapat menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya generasi muda yang kreatif, percaya diri, dan mampu mengharumkan nama Tasikmalaya di tingkat nasional maupun internasional.
