Jakarta – Jalan-jalan utama menuju luar Jakarta dipadati kendaraan pada libur Tahun Baru Islam 1447 Hijriah. Selama dua hari, dari Kamis (26/6) hingga Jumat (27/6), sebanyak 373.324 kendaraan tercatat meninggalkan wilayah Jabodetabek. Lonjakan ini menunjukkan kenaikan 34,7 persen dibandingkan hari normal, menurut data yang dirilis Jasa Marga.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, menyebut arus lalu lintas ini tercatat di empat gerbang tol utama: GT Cikupa ke arah Merak, GT Ciawi ke arah Puncak, GT Cikampek Utama ke arah Trans Jawa, dan GT Kalihurip Utama ke arah Bandung. Arah timur menjadi tujuan utama dengan 191.919 kendaraan atau 51,4 persen dari total volume kendaraan keluar Jakarta.
“Lalin menuju Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama sebanyak 95.916 kendaraan, naik 81,6 persen dari normal. Sementara ke arah Bandung lewat GT Kalihurip Utama sebanyak 96.003 kendaraan, naik 59,5 persen,” jelas Rivan dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Arus menuju barat (Merak) mencatat 91.865 kendaraan atau turun 5,3 persen dari lalu lintas normal, sementara arus ke selatan (Puncak) melalui GT Ciawi mencapai 89.540 kendaraan, naik 33,5 persen.
Khusus pada Hari H libur Tahun Baru Islam, yakni Jumat (27/6), Jasa Marga mencatat total 183.890 kendaraan keluar Jabodetabek, atau meningkat 26,3 persen dari hari biasa. GT Cikampek Utama mencatat lonjakan signifikan hingga 69,8 persen, mencapai 46.633 kendaraan dari angka normal 27.466 kendaraan.
Rivan juga menyebut GT Kalihurip Utama mengalami peningkatan 55,1 persen menjadi 51.337 kendaraan, sedangkan GT Ciawi mencatat 46.038 kendaraan, meningkat 29 persen dari hari biasa.
Lonjakan arus ini menunjukkan pola perjalanan pendek masyarakat Jabodetabek untuk berlibur atau pulang kampung singkat dalam momen liburan keagamaan.
Meski sempat terjadi kepadatan, pengaturan lalu lintas dan pengendalian sistem contraflow di jalan tol Jakarta-Cikampek tetap disesuaikan dengan kondisi lapangan untuk mengurai kemacetan.
