Sangatta – Warga yang tinggal di sekitar Jalan Poros Sangatta – Bontang KM 18, tepatnya di RT 23 Dusun Mekar Baru, Desa Sangkima, Kecamatan Sangatta Selatan, mengaku terganggu dengan adanya bangkai sapi yang ditinggalkan di pinggir jalan.
Bangkai sapi tersebut sengaja dibiarkan oleh pemiliknya, dan sapi masih terlihat diikat ke pohon. Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan warga setempat.
Dari pantauan langsung GOnews.id di lokasi, bangkai sapi tersebut mengeluarkan bau yang sangat menyengat dan dikerumuni lalat serta belatung di bagian perutnya.
Sapi yang tampak kaku dan membusuk tersebut berjenis kelamin jantan dengan warna coklat dan putih.
Jok (55), salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi bangkai sapi, mengaku sangat kecewa dengan tindakan pemilik sapi tersebut.
“Sekitar hari Minggu kemarin kelihatannya. Rupanya sengaja dibuang oleh pemiliknya. Sapi mati,” ujarnya dengan nada kesal.
Jok juga menduga bahwa pemilik sapi bukanlah warga setempat. Menurutnya, warga RT 23 hanya sedikit yang memelihara sapi.
“Sepertinya pemiliknya bukan orang sini. Mungkin pedagang sapi, kan sekarang banyak sapi masuk Sangatta,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Philipus (45), yang memiliki lahan dekat lokasi bangkai sapi.
“Ketika saya mau ke ladang, baunya sangat mengganggu,” ungkap Philipus.
Ia menyayangkan tindakan tidak bertanggung jawab dari pemilik sapi dan berharap bangkai tersebut segera ditangani dengan cara yang benar.
“Seharusnya dikubur atau dibakar tidak dibiarkan seperti nitu,” tegasnya.

Ketua RT 23, Elli (71), mengatakan bahwa ia baru mengetahui keberadaan bangkai sapi dari laporan warga. Ia mengaku masih bingung cara mengevakuasi bangkai tersebut.
“Kami masih bingung cara evakuasinya. Kami masih koordinasi dengan pihak desa dan warga,” Kata Elli saat ditemui GOnews.id dirumahnya, Selasa (4/6/2024).
Kondisi ini jelas menimbulkan keresahan bagi warga setempat, selain karena bau yang menyengat, juga kekhawatiran akan potensi penyakit yang mungkin ditularkan dari bangkai tersebut. Warga berharap pihak terkait dapat segera mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah ini demi kenyamanan dan kesehatan lingkungan mereka.
“Kami juga ingin sapi diperiksa sebelum dikubur atau dimusnahkan, apakah sapi ini mengandung penyakit atau tidak,” tutup Elli.
