Magetan – Sentuhan akademik hadir di Desa Soco, Kecamatan Bendo, ketika dosen dan mahasiswa Program Studi S1 Manajemen Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Kampus 5 menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) pada Rabu (2/7/2025). Bertempat di Balai Desa Soco, kegiatan ini mengangkat tema “Manajemen Pariwisata: Strategi Pelestarian Budaya dan Pengelolaan Pariwisata di Desa Soco Melalui Peningkatan Kapasitas SDM dan Pemasaran Digital.”
Kegiatan ini dipimpin oleh Fandi Fatoni selaku ketua tim, bersama Faza Muhammad Sukarsono sebagai anggota sekaligus narasumber. Mereka didampingi dua mahasiswa, Sherly Endika Sabrina dan Iqbal Maulana Setyo Prayogi, yang berperan sebagai pendamping praktik lapangan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan pariwisata secara profesional dan berkelanjutan, khususnya di destinasi unggulan seperti Taman Soheden, Taman Herbal Asman Toga, dan Batik Soheden.
“Pengabdian masyarakat jangan hanya bersifat seremonial, tetapi perlu dilakukan secara berkelanjutan,” tegas Camat Bendo, Hermin Supraptiwi, saat membuka kegiatan tersebut.
Turut hadir Pj. Kepala Desa Soco Aning Ikawati, pelaku UMKM, serta sekitar 30 peserta yang terdiri dari pengelola destinasi wisata dan masyarakat sekitar. Dalam sesi pelatihan, Faza memaparkan pentingnya pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang profesional dan penggunaan strategi pemasaran digital untuk mendongkrak daya tarik wisata Desa Soco di era digital.
Pelatihan ini juga memberikan pemahaman mengenai struktur organisasi pengelola wisata, peran setiap bagian, hingga standar operasional prosedur (SOP) untuk menjalankan kegiatan wisata secara efisien dan ramah pengunjung. Peserta pelatihan terlihat antusias menyimak materi, berdiskusi aktif, dan mengikuti sesi tanya jawab yang menggugah semangat kolaboratif.
Desa Soco selama ini dikenal dengan potensi wisata alam dan budaya yang khas. Taman Soheden menyuguhkan keindahan lanskap alami, Taman Herbal Asman Toga menjadi pusat edukasi tanaman obat, dan Batik Soheden menghadirkan motif unik yang terinspirasi dari kekayaan flora lokal.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat Desa Soco untuk terus berinovasi dan mengelola potensi lokal secara berkelanjutan,” kata Fandi.
Pelatihan ditutup dengan sesi diskusi terbuka dan pemberian doorprize untuk peserta paling aktif. Tim dosen UNESA juga menyatakan komitmen untuk melakukan pendampingan lanjutan secara daring guna memastikan transfer pengetahuan berjalan optimal.
Faza menambahkan, “Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi pengelola wisata dan masyarakat Desa Soco. Kami siap berproses dan berkolaborasi bersama demi kemajuan pariwisata lokal.”
