Mojokerto bukan sekadar kota kecil, melainkan ruang arkeologi terbuka yang menyimpan sisa kejayaan Majapahit. Di wilayah Trowulan dan sekitarnya, candi, petirtaan, dan struktur kuno terserak seperti potongan puzzle masa lalu yang menanti dirangkai kembali.
Beberapa candi ikonik menjadi saksi bisu masa keemasan Majapahit. Candi Tikus dengan struktur petirtaan bertingkat menunjukkan kecanggihan pengelolaan air zaman itu. Candi Bajang Ratu tampil megah dengan gapura tinggi dan relief artistik. Candi Brahu diyakini menjadi pusat kegiatan keagamaan, sementara Wringin Lawang, gapura kembar monumental, diduga sebagai gerbang utama wilayah istana.
“Bata merah menjadi ciri khas arsitektur Majapahit. Penataannya penuh simbol dan makna,” jelas arkeolog Universitas Negeri Surabaya, Dr. Dimas Prayogo.
Selain bangunan keagamaan, pengelolaan air menjadi elemen penting. Kolam Segaran di Trowulan dan petirtaan lain menunjukkan sistem irigasi dan ritual yang tertata. Sungai, parit, dan saluran air menjadi tulang punggung kehidupan urban kuno.
Namun tak semua tinggalan bisa dilihat langsung. Banyak struktur permukiman Majapahit masih tertimbun di bawah permukaan. Lapisan bata, sumur tua, sisa dinding, hingga lantai rumah ditemukan dalam penggalian. Pekarangan warga ternyata menyimpan kota kuno yang tersembunyi.
Karena itulah, Mojokerto disebut sebagai kota di atas kota. Apa yang tampak seperti desa biasa, bisa jadi menyimpan arsip sejarah yang sangat berharga.
Namun pelestarian bukan perkara mudah. Ribuan warga tinggal di atas tanah bersejarah ini. Kebutuhan akan rumah dan pembangunan sering berbenturan dengan pelestarian situs. Kompromi dilakukan lewat penetapan zona cagar budaya, pembangunan museum, dan edukasi publik.
Kini Mojokerto bukan hanya tempat tinggal, tapi juga laboratorium sejarah terbuka. Setiap candi, kolam, dan pecahan bata menjadi pintu masuk untuk memahami bagaimana Majapahit membangun peradaban: dengan seni, teknologi, dan tata ruang kota yang terencana.
Selama warisan ini dirawat, Mojokerto akan terus menjadi kunci membaca ulang sejarah besar yang pernah berjaya di lembah Brantas.
