Tasikmalaya – Tenda turun, semangat tetap tegak: selepas operasi semut di sekitar Dexview Camplex, apel penutupan merangkum gotong royong JUSAMI CAMP. “Tinggalkan yang rapi, bawa pulang yang baik,” menjadi napas acara yang menutup rangkaian kegiatan dengan tertib dan hangat.
Apel penutupan digelar pada Ahad (19/10/2025) di lapangan Dexview Camplex, Pesantren Pramuka Khalifa, Cisayong. Sebelum barisan dibentuk, para peserta bergerak menyisir area perkemahan—memungut sampah, memisahkan limbah, mengecek titik-titik rawan kotor, lalu membongkar tenda kelompok. Setiap regu memastikan perlengkapan dilipat sesuai daftar inventaris dan area kembali bersih seperti semula.
Kegiatan ini menegaskan 5W+1H: siapa (peserta JUSAMI CAMP dan pembina), apa (operasi semut, pembongkaran tenda, apel penutupan), kapan (Ahad (19/10/2025)), di mana (Dexview Camplex), mengapa (menjaga jejak minimal dan disiplin), dan bagaimana (kerja terkoordinasi, cek-list barang, serta evaluasi singkat).
“Rapi di sini, berlanjut berbakti di sana,” ujar Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan (Mabigus), Lina Marlina, dalam apel penutupan, menekankan bahwa kebiasaan baik di perkemahan harus dibawa pulang ke rumah dan sekolah.
Panitia memastikan langkah-langkah teknis berjalan efektif: pos pengumpulan sampah dipisah organik–anorganik, prosedur bongkar tenda dilakukan per bagian untuk mencegah kain lembap, dan pos “lost & found” dibuka agar tak ada barang tertinggal.
Setelah itu, pembina memimpin pengecekan akhir jejak perkemahan—mulai dari bekas pasak hingga puntung kecil—sebelum seluruh peserta memasuki formasi apel. Pendekatan ini bukan hanya tentang kebersihan, tetapi juga tentang akuntabilitas bersama dan kerapian administrasi kegiatan.
Dukungan komunitas tetap terasa kuat. Pesantren menyediakan ruang, peralatan, dan pendampingan, sementara sekolah serta orang tua meneguhkan kedisiplinan peserta sejak awal hingga akhir. Budaya gotong royong yang terbangun selama tiga hari menjadi modal sosial: yang senior memberi teladan, yang junior belajar mengikuti alur, dan semua sepakat bahwa berpamitan pada alam berarti meninggalkannya lebih baik daripada saat datang.
Penutupan pada Ahad (19/10/2025) menandai akhir JUSAMI CAMP, tetapi bukan akhir pembelajaran. Nilai yang dipraktikkan—kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian lingkungan—menjadi oleh-oleh utama. Dari Dexview Camplex, para pramuka pulang dengan ransel lebih ringan, namun kepala lebih tertata dan hati lebih siap melayani komunitas.
“Jangan lupa tiga M: Merapikan, Memeriksa, dan Menjaga—rapi barangnya, cek lokasi, dan tinggalkan lingkungan tetap bersih,” kata Lina menutup apel penutupan.
