“Kami merasa pemerintah merugikan kami sebab sudah tidak bisa lagi menghidupi anak istri, belum lagi untuk storan,” ungkapnya.
“Untuk seragam SD ada 12 ribu seragam, dan 8 ribu seragam SMP. Untuk tingkat TK, kami masih belum mengetahui secara pasti jumlahnya,” ujar Irfan.