Mojokerto – Rahmat Syaiful Aris, wartawan senior sekaligus pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto, resmi maju sebagai calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mojokerto. Keputusan ini didorong oleh dukungan kuat dari berbagai elemen masyarakat, pegiat olahraga, hingga rekan seprofesi.
Mas Aris, sapaan akrabnya, yang juga dikenal sebagai wartawan Harian Bangsa dan pengurus Cabang Olahraga (Cabor) Kick Boxing, menegaskan tekadnya untuk membawa perubahan signifikan dalam sistem organisasi KONI Mojokerto. Menurutnya, pembaruan ini sangat penting untuk meningkatkan kinerja organisasi serta memajukan dunia olahraga di Bumi Mojopahit.
“Saya sebenarnya tidak mencalonkan diri. Namun, teman-teman yang peduli terhadap olahraga di Mojokerto meminta saya untuk maju. Dukungan juga datang dari rekan wartawan, yang bersedia memberikan sumbangsih bagi perkembangan olahraga,” ujar Mas Aris saat ditemui di Kantor PWI, Rabu (11/12/2024).
Prioritas Transparansi dan Perencanaan Matang
Dalam wawancara tersebut, Mas Aris mengungkapkan bahwa dirinya siap mengedepankan perencanaan matang dan transparansi penggunaan anggaran untuk mencetak atlet berprestasi di Mojokerto. Setiap program, termasuk yang melibatkan pos anggaran, harus dirumuskan melalui rapat kerja bersama seluruh pengurus Cabor dan pihak terkait.
“Realisasi program harus terukur dan melibatkan semua pihak, terutama Cabor dan penanggung jawab anggaran. Dengan begitu, kita bisa memastikan anggaran tersalurkan dengan tepat dan efektif,” tegasnya.
Ia juga menambahkan pentingnya memberikan penghargaan (reward) bagi Cabor yang berprestasi, seperti penambahan uang pembinaan maupun tunjangan prestasi. “Hal ini akan memotivasi para atlet dan pengurus Cabor untuk terus meningkatkan kualitas,” lanjutnya.
Selain mengandalkan dana dari APBD, Mas Aris berencana mencari terobosan melalui anggaran hibah yang tidak mengikat, seperti dana CSR dari perusahaan swasta. “Anggaran memang penting, tetapi lebih penting lagi adalah penggunaannya yang jujur dan tepat sasaran. Jika tidak, prestasi olahraga akan sulit diraih,” jelasnya.
Fokus pada Evaluasi dan Infrastruktur
Salah satu langkah utama yang akan dilakukan Mas Aris jika terpilih adalah evaluasi administrasi di tubuh KONI. Ia berencana melakukan inventarisasi kebutuhan Cabor, alat olahraga, dan sarana pendukung lainnya. Menurutnya, penataan administrasi yang baik akan menjadi fondasi kuat bagi pengembangan olahraga di Mojokerto.
Mas Aris juga mendukung penuh program revitalisasi besar-besaran Stadion Gelora Gajah Mada di Mojosari, yang diinisiasi oleh Bupati terpilih Gus Barra. Stadion tersebut direncanakan menjadi fasilitas olahraga bertaraf internasional.
“Revitalisasi stadion itu sangat penting agar klub olahraga Mojokerto bisa berkembang, dan klub sepak bola kita bisa bertanding di tanah sendiri. Bismillah, kita berjuang bersama. Soal hasil, menang atau kalah, biar Allah SWT yang menentukan,” pungkasnya.
Komitmen untuk Olahraga Mojokerto
Keputusan Mas Aris untuk maju sebagai Ketua KONI juga membuatnya rela mengundurkan diri sebagai calon Ketua PWI Mojokerto. Langkah ini ia ambil demi fokus mengemban amanah untuk memajukan olahraga di Mojokerto.
Dukungan terhadap Mas Aris terus mengalir, baik dari komunitas olahraga maupun insan pers. Harapan besar disematkan padanya untuk membawa perubahan nyata bagi dunia olahraga Mojokerto. Dengan tekad dan pengalaman yang dimilikinya, Mas Aris optimis mampu memberikan yang terbaik bagi Bumi Mojopahit.
“Kita ingin olahraga Mojokerto tidak hanya bangkit, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Dengan kerja keras, transparansi, dan dukungan semua pihak, saya yakin ini bisa kita wujudkan bersama,” tutup Mas Aris.
