Mojokerto – Di tengah suasana Ramadan yang selalu menghadirkan keheningan sekaligus harapan, Pendapa Graha Maja Tama menjadi panggung bagi tumbuhnya bibit-bibit dai muda dari Bumi Mojopahit. Pemerintah Kabupaten Mojokerto menunjukkan bahwa pembinaan generasi muda tidak cukup hanya lewat seruan, melainkan juga melalui ruang nyata untuk belajar, tampil, dan berbagi. Itulah yang tergambar dalam gelaran Pemilihan Dai Ramadan (Pildarama) 2026 yang dirangkai dengan buka puasa bersama serta pemberian santunan kepada 400 anak yatim, Selasa (10/3/2026) sore.
Kegiatan yang didukung Pemkab Mojokerto bersama Jawa Pos Radar Mojokerto itu menjadi bagian dari rangkaian agenda Ramadan pemerintah daerah. Melalui acara tersebut, pemkab berupaya menanamkan nilai keagamaan sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Ajang Pildarama diikuti puluhan pelajar dari berbagai sekolah di wilayah Mojokerto Raya, setelah sebelumnya melalui proses seleksi dari total 125 pendaftar. Kegiatan dipusatkan di Pendapa Graha Maja Tama, kompleks Pemerintah Kabupaten Mojokerto, dengan menghadirkan jajaran perangkat daerah, peserta lomba, serta anak-anak yatim dari berbagai wilayah.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Mojokerto, Tatang Marhaendrata, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan satu bagian dari agenda Ramadan yang telah disusun pemerintah kabupaten selama bulan puasa.
“Selain untuk berbagi kebahagiaan bersama anak yatim melalui santunan, kegiatan ini juga diharapkan mampu memotivasi para dai cilik melalui ajang Pildarama agar terus meningkatkan prestasi. Kita ingin ke depan lahir dai-dai besar dari Bumi Mojopahit,” ujarnya.
Pernyataan itu menegaskan arah kebijakan Pemkab Mojokerto yang tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial Ramadan, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda. Sepanjang Ramadan, pemkab diketahui menggelar sejumlah kegiatan keagamaan dan sosial, mulai dari Safari Ramadan di masjid-masjid pada empat eks kawedanan pembantu bupati, buka puasa bersama ulama dan umara, santunan bagi anak yatim di luar panti, hingga pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah. Rangkaian tersebut menunjukkan upaya pemerintah daerah untuk menjaga semangat kebersamaan sekaligus memperkuat fondasi spiritual masyarakat.
Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Oktavian yang hadir dalam kesempatan itu turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya ajang Pildarama. Menurutnya, kompetisi dakwah seperti ini menjadi wadah positif bagi kalangan pelajar untuk mengasah keberanian berbicara di depan publik, memperdalam pemahaman agama, dan menumbuhkan semangat berdakwah sejak usia dini.
“Ke depan mungkin bisa ditambah kategori-kategori baru sehingga semakin banyak dai Ramadan yang bermunculan. Ini juga selaras dengan visi Indonesia Emas 2045, yakni menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya.
Ia juga menilai, kehadiran anak-anak yatim dalam kegiatan tersebut memberi makna yang lebih luas daripada sekadar perlombaan. Momentum berbuka puasa bersama dan santunan dinilai dapat menumbuhkan rasa empati, semangat belajar, serta keyakinan bahwa setiap anak memiliki peluang yang sama untuk berkembang.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap anak-anak kita memiliki bekal agama yang kuat sehingga kelak tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salihah,” tambahnya.
Dalam ajang Pildarama 2026, Mirza Rifda Farzana dari MTs Negeri 2 Mojokerto keluar sebagai peraih juara pertama. Ia berhasil unggul setelah melewati tahapan seleksi yang ketat bersama peserta lainnya. Posisi juara kedua diraih M. Hazza Rahid Alfayi dari MTs Negeri 1 Mojokerto, sedangkan juara ketiga ditempati Naeyla Eka Rizky R. dari SMP UBQ Nurul Islam. Sementara itu, juara harapan pertama diraih Ulil Auliyani dari MTs 2 Nurul Islam, dan juara harapan kedua diraih M. Syahrul Mubarok P. dari SMP Negeri 2 Jetis.
Penyerahan piala dan hadiah kepada para pemenang menjadi penutup yang menghangatkan suasana, sebelum seluruh tamu dan anak-anak yatim mengikuti buka puasa bersama. Dari panggung sederhana itulah, Pemkab Mojokerto mencoba menyalakan pelita kecil yang diharapkan terus membesar: melahirkan generasi muda yang fasih berdakwah, kuat dalam nilai agama, dan peka terhadap sesama.
