
Cilacap – Gonews.id : Perguruan Pius Cilacap menjadi juara pertama Pentas Budaya dalam acara Asti Dharma Camp, di Kota Wisata, Bogor, Jawa Barat. Asti Dharma Camp merupakan pertemuan guru dan karyawan sekolah-sekolah se-Jawa dibawah Yayasan Asti Dharma, yaitu dari Jakarta, Bogor, Tegal, Pemalang, Cilacap, Parakan, Wonosobo, dan Purworejo dan melibatkan 650 orang. Acara tersebut wujud syukur 65 tahun Yayasan Asti Dharma dan mengangakat tema” Berjalan Bersama dalam Karya”
Koordinator Yayasan Asti Dharma Area Cilacap, Sr. M. Wilfrida, PBHK mengatakan, kegiatan tersebut dilaksankan Sabtu, 22 Oktober 2022, dimana ebeg (tari kuda lumping) dipilih untuk dipentaskan karena kesenian khas budaya daerah Banyumasan.
“Ebeg dipentaskan oleh guru dan karyawan Perguruan Pius Cilacap, yang diawali dengan paduan suara dengan melantunkan lagu Keripik Mendoan. Harapannya, kekhasan budaya Banyumas semakin dikenal oleh masyarakat di luar Banyumas”, tutur Wilfrida.
Kekhasan Banyumas, lanjut Wilfrida, tidak hanya ngapak-nya, ternyata ada sisi lain yang bila dihidupi mengarah pada visi misi yayasan.
“Memadukan lagu Keripik Mendoan dan tari Ebeg ternyata mencerminkan masyarakat berbudaya Banyumasan yang egaliter. Puji syukur dapat meraih peringkat pertama dengan mendapat piala, piagam, dan uang pembinaan. Namun, yang penting kami menunjukkan kekompakan dan kekreatifan”, pungkas Wilfrida.

Sementara itu, Kepala SMP Pius Cilacap Thomas Sutasman mengatakan, Cilacap diperbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat yang dipengaruhi budaya Mataraman dan Sunda, yang lentur dan penuh empati.
“Selain itu, Cilacap di daerah pesisir yang banyak nelayan pengarung lautan dan ditamengi Pulau Nusakambangan, sehingga keras dalam berdaya juang. Satu hal lagi, bahwa sikap batin orang berbudaya Banyumasan adalah cablaka, apa adanya tanpa ditutup-tutupi, keterusterangan, sebagai penopang integritas”, ungkap Thomas, Rabu (26/10/2022).
Dalam Asti Dharma Camp diadakan juga pameran karya ilmiah guru dan games untuk mendalami visi misi. Untuk pentas budaya, Perguruan Pius Cilacap melibatkan 20 guru untuk paduan suara, 8 orang penari ebeg, dan 7 orang penabuh. Latihan untuk pentas 2 minggu.