Kediri – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri mengimbau masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai selama Ramadan 2025. Peningkatan konsumsi selama bulan puasa dan lebaran berkontribusi pada lonjakan volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sekoto, Kecamatan Badas.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Arman Fuadi, menjelaskan bahwa Ramadan dan Idulfitri selalu berdampak pada meningkatnya volume sampah tahunan.
“Ramadan dan lebaran ini biasanya memang terjadi kenaikan volume sampah setiap tahun. Hendaknya masyarakat bisa mengelola sampah secara mandiri. Harapannya sampah yang masuk ke TPA sudah tidak bisa diolah,” ujar Arman pada [Kamis (13/3/2025)].
Berdasarkan data TPA Sekoto, volume sampah pada [Februari 2025] tercatat sebanyak 3.819.210 kilogram atau setara 136,4 ton per hari. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya, yang berkisar 105 hingga 110 ton per hari.
“Dengan kata lain, terjadi kenaikan sekitar 25 hingga 30 ton per hari,” jelas Arman.
Faktor utama lonjakan ini adalah meningkatnya konsumsi masyarakat serta curah hujan yang tinggi, yang membuat sampah menjadi lebih berat karena bercampur air. Salah satu titik yang mengalami peningkatan timbunan sampah adalah kawasan wisata Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri. Dalam sepekan Ramadan, volume sampah di kawasan ini mencapai 64,7 ton.
Pemkab Kediri berharap masyarakat lebih bijak dalam penggunaan plastik sekali pakai dan mengurangi sampah yang tidak dapat diolah. Dengan pengelolaan yang lebih baik, diharapkan dampak lingkungan akibat lonjakan sampah selama Ramadan bisa ditekan.
