Waktu berlalu cepat, dan tanpa terasa kita sudah memasuki bulan kedua di tahun 2026. Banyak dari kita memulai Januari dengan semangat tinggi, daftar resolusi panjang, dan energi penuh.
Namun kini, Februari mengajak kita berhenti sejenak untuk bertanya: dari semua resolusi itu, apa yang masih bertahan?
Realita Setelah Antusiasme Januari
Pada awal tahun, resolusi menjadi simbol harapan dan perubahan. Namun seiring berjalannya waktu, tantangan nyata mulai muncul. Rutinitas kerja, komitmen keluarga, dan kendala pribadi membuat beberapa resolusi sulit dijaga.
Sebuah studi dari Statista menunjukkan bahwa hanya sekitar 22% orang yang berhasil mempertahankan resolusinya hingga akhir Februari. Sisanya mulai melupakan, menunda, atau menggantinya.
“Resolusi itu bukan janji mati, tapi peta perjalanan. Jika jalurnya salah, ya kita bisa belok,” ujar Kania Anindita, seorang life coach yang fokus pada perubahan perilaku jangka panjang.
Kania juga menekankan pentingnya fleksibilitas. “Kadang resolusi kita terlalu ideal, tidak mempertimbangkan ritme hidup yang sebenarnya. Februari adalah saat yang tepat untuk menyesuaikan arah.”
Yang Bertahan dan Yang Gugur
Beberapa resolusi besar memang mulai luntur, seperti olahraga setiap hari, makan super sehat, atau berhenti total dari kebiasaan lama. Tapi ada juga yang justru menemukan bentuk baru yang lebih realistis.
Alih-alih berhenti dari media sosial, seseorang memilih membatasi waktu penggunaannya. Atau, daripada menetapkan target baca 12 buku setahun, mereka mulai dengan satu buku kecil tiap bulan.
Perubahan kecil itu justru lebih bertahan. Yang penting bukan seberapa banyak yang kita lakukan, tapi seberapa lama kita bisa konsisten.
Evaluasi Tanpa Menghakimi
Februari adalah momen refleksi. Bukan untuk menyalahkan diri karena belum sempurna, tapi untuk mengapresiasi setiap langkah yang sudah diambil.
“Saya sempat kecewa karena tidak bisa konsisten diet. Tapi sekarang saya sadar, saya sudah berhenti makan junk food tiap malam. Itu pencapaian juga,” cerita Yuda, pekerja kantoran di Bandung.
Dengan mengubah sudut pandang, kita belajar melihat kemajuan secara lebih manusiawi. Tidak semua perubahan harus besar dan cepat. Justru yang kecil tapi konsisten itulah yang membentuk hidup baru.
Februari memberi ruang untuk berbenah. Untuk memulai kembali, tanpa rasa bersalah. Karena hidup bukan tentang kesempurnaan, tapi tentang kemajuan yang terus berjalan.
