Bondowoso – Ramadan di Desa Padasan ditutup dengan suasana penuh haru dan kebersamaan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di Kecamatan Pujer ketika SPPG Padasan bersama Yayasan Rohman Baitul Makmur menggelar Kotmil Qur’an yang dirangkai dengan santunan bagi puluhan anak yatim di desa tersebut.
Kegiatan yang digelar di penghujung Ramadan itu menjadi penutup rangkaian aktivitas sosial SPPG Padasan setelah sebulan penuh menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para penerima manfaat di wilayah sekitar. Sejak pagi, para peserta mengikuti pembacaan Al-Qur’an hingga khatam dalam suasana khidmat dan penuh kekhusyukan.
Setelah prosesi khataman Al-Qur’an selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian takjil kepada masyarakat sekitar. Warga kemudian mengikuti acara buka puasa bersama yang menjadi momen mempererat kebersamaan antara pengurus, relawan, dan masyarakat desa. Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan santunan kepada puluhan anak yatim yang tinggal di Desa Padasan dan sekitarnya.
Moch Taufiq, PIC Yayasan Rohman Baitul Makmur, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi penutup Ramadan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat nilai spiritual dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Ini adalah bulan suci Ramadan, bulan yang penuh berkah. Momentum ini kami jadikan pengingat agar kita terus berbagi dan peduli kepada sesama, khususnya anak-anak yatim di sekitar Desa Padasan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk syukur setelah selama bulan Ramadan SPPG Padasan berhasil menjalankan program dapur MBG yang menyediakan makanan bergizi bagi para penerima manfaat. Ia berharap keberkahan Ramadan menjadi doa bersama agar program tersebut dapat terus berjalan dengan baik di masa mendatang.
“Kami berharap ke depan semuanya berjalan lancar dan selamat, sehingga SPPG Padasan dapat terus menyalurkan menu terbaik yang memenuhi kebutuhan gizi anak-anak. Ini semua demi mendukung tumbuh kembang generasi bangsa,” tambahnya.
Sementara itu, Arif Zainur Rahman selaku mitra dapur SPPG Padasan menyampaikan pesan kepada para relawan dan seluruh tim yang selama ini terlibat dalam operasional dapur program tersebut. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan serta rasa tanggung jawab bersama dalam menjalankan program sosial tersebut.
“Dapur ini bukan milik perseorangan, ini dapur kita bersama. Karena itu saya berharap seluruh relawan dan teman-teman yang bekerja di SPPG Padasan menjaga solidaritas serta memiliki rasa tanggung jawab untuk merawat dan menjalankannya dengan baik,” tegasnya.
Di penghujung acara, para peserta bersama-sama memanjatkan doa sebagai ungkapan syukur atas kebersamaan selama Ramadan. Santunan kepada anak-anak yatim menjadi simbol kepedulian yang menutup rangkaian kegiatan dengan penuh makna.
Warga yang hadir tampak mengikuti seluruh rangkaian acara dengan khusyuk. Bagi masyarakat Desa Padasan, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda keagamaan, melainkan juga pengingat bahwa keberkahan Ramadan akan terasa lebih dalam ketika diiringi dengan semangat berbagi kepada sesama.
Melalui kegiatan Kotmil Qur’an dan santunan ini, SPPG Padasan berharap nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta semangat ibadah yang tumbuh selama Ramadan dapat terus terjaga dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, bahkan setelah bulan suci berakhir.
