Bondowoso – Di tengah gelapnya malam, sekelompok warga memilih turun tangan daripada sekadar mengeluh. Komunitas Makelar Akhirat melakukan aksi nyata dengan menambal jalan rusak di Jalan Cokroaminoto, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, tepat di jalur menuju Rumah Sakit Mitra Medika.
Aksi yang berlangsung pada Sabtu malam itu dilakukan secara swadaya oleh anggota komunitas bersama sejumlah simpatisan. Perbaikan difokuskan pada titik-titik jalan berlubang yang selama ini dikeluhkan warga karena kerap memicu kecelakaan, terutama saat malam hari ketika penerangan terbatas dan lubang tertutup genangan air.
Perbaikan dilakukan sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer, mulai dari kawasan Pasar Sapi hingga mendekati area Rumah Sakit Mitra Medika. Jalan tersebut merupakan jalur yang setiap hari dilalui masyarakat, baik pengendara roda dua maupun roda empat.
Funder Komunitas Makelar Akhirat, Yusdeny Lanasakti, mengatakan bahwa pihaknya menambal hampir seluruh lubang yang ditemukan di sepanjang jalur tersebut.
“Sepanjang Jalan Cokroaminoto itu kita tembel semua yang berlubang. Prediksi saya sekitar 2,5 kilometer,” ujarnya usai kegiatan.
Menurut Yusdeny, aksi tersebut didorong oleh kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jalan. Ia mengaku pernah menyaksikan langsung seorang ibu yang membonceng anak kecil terjatuh akibat lubang jalan yang tertutup air sehingga tidak terlihat oleh pengendara.
“Saya melihat sendiri ibu-ibu dengan anak kecil, sekitar lima tahun, terjatuh. Lukanya memang tidak fatal, tapi itu membahayakan,” katanya.
Seluruh proses perbaikan dilakukan secara gotong royong. Anggota komunitas dan warga sekitar mengumpulkan dana secara patungan, sementara sebagian lainnya turut menyumbangkan material seperti batu koral untuk menutup lubang-lubang di jalan tersebut. Total biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan itu diperkirakan mencapai Rp5 hingga Rp6 juta.
Meski demikian, Yusdeny menegaskan bahwa aksi tersebut bukanlah bentuk ketidakpercayaan kepada pemerintah daerah. Ia menilai langkah tersebut semata-mata dilakukan demi keselamatan masyarakat yang setiap hari menggunakan jalan tersebut.
“Saya bukan bicara percaya atau tidak percaya. Bagi saya, yang penting tindakan. Karena ini sudah menyangkut keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa jalan merupakan fasilitas publik yang menjadi tanggung jawab negara. Menurutnya, masyarakat telah menjalankan kewajibannya membayar pajak sehingga pelayanan publik, termasuk perawatan infrastruktur, semestinya dapat dirasakan oleh masyarakat.
Yusdeny juga menyoroti alasan efisiensi anggaran yang sering menjadi kendala dalam pembangunan infrastruktur. Menurutnya, efisiensi tidak seharusnya mengorbankan aspek keselamatan masyarakat.
Aksi yang dilakukan komunitas tersebut menjadi gambaran kuat tentang semangat gotong royong masyarakat. Namun di sisi lain, mereka berharap pemerintah dapat segera melakukan perbaikan permanen agar kondisi jalan kembali layak dan aman dilalui.
Bagi warga, aksi malam itu bukan sekadar menutup lubang di jalan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa keselamatan pengguna jalan tidak bisa menunggu terlalu lama.
